Diduga Terpapar Rabies, Seorang IRT di Melaya Meninggal Dunia

  • 04 Jun 2026 21:14 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Seorang ibu rumah tangga asal Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami gejala yang mengarah pada infeksi rabies. Korban diduga terpapar virus rabies usai digigit seekor kucing liar beberapa pekan sebelumnya.

Korban bernama Ni Ketut Sari meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Negara pada 24 Mei 2026. Kepergiannya meninggalkan suami dan dua anak yang masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah.

Suami korban, Kadek Astina, menuturkan istrinya sempat digigit kucing liar pada bagian betis kanan sekitar April 2026. Peristiwa itu terjadi saat korban sedang menjemur pakaian di depan rumah.

Menurut Astina, setelah mengalami gigitan, korban tidak segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Meski sempat mendapat saran untuk menjalani pemeriksaan medis, korban menganggap luka yang dialaminya tidak membahayakan.

"Kejadiannya saat menjemur pakaian. Setelah itu tidak sempat berobat karena mengira luka tersebut biasa saja," ujarnya, Kamis, 4 Juni 2026.

Memasuki 23 Mei 2026, kondisi korban mulai menunjukkan penurunan. Ia mengalami keluhan kesehatan hingga akhirnya dibawa ke puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Negara untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selama menjalani perawatan, korban dilaporkan mengalami sejumlah gejala yang identik dengan rabies, seperti takut air (hidrofobia) dan menunjukkan respons gelisah saat terkena hembusan angin.

"Kondisinya terus memburuk setelah dirawat hingga akhirnya meninggal dunia sehari kemudian," kata Astina.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat karena disebut sebagai dugaan kasus rabies pada manusia pertama yang terjadi di Desa Tukadaya. Pihak keluarga dan perangkat desa juga menyoroti lambannya tindak lanjut pascakejadian, terutama terkait upaya pencegahan bagi anggota keluarga yang memiliki kontak erat dengan korban.

Keluarga mengaku belum menerima layanan vaksin anti rabies (VAR) setelah korban meninggal dunia. Mereka berharap penanganan terhadap kasus serupa dapat dilakukan lebih cepat guna mencegah risiko penularan dan mengurangi kekhawatiran masyarakat.

Kelian Dinas Banjar Kembang Sari, I Ketut Temon, mengatakan percepatan respons dari instansi terkait sangat diperlukan agar masyarakat memperoleh kepastian dan perlindungan kesehatan.

Sementara itu, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Jembrana menyatakan baru menerima laporan resmi dari Dinas Kesehatan terkait dugaan kasus tersebut.

Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menjelaskan pihaknya langsung melakukan langkah antisipatif setelah menerima informasi.

Sebanyak 20 ekor anjing dan satu ekor kucing telah mendapatkan vaksinasi rabies darurat di sekitar lokasi tempat tinggal korban. Selain itu, petugas juga mengambil empat sampel hewan peliharaan warga untuk diperiksa di Balai Besar Veteriner Denpasar.

"Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk menelusuri kemungkinan paparan virus rabies serta memastikan kondisi hewan di sekitar lokasi," ujar Sugiarta.

Selain vaksinasi darurat, kegiatan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat juga dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran rabies di wilayah tersebut.

Korban diketahui meninggalkan seorang suami serta dua anak. Anak pertamanya saat ini menempuh pendidikan di kelas I SMA, sementara anak keduanya masih duduk di kelas I sekolah dasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....