Antusias Warga Tinggi, Sepuluh Ribu Butir Telur Ludes

  • 04 Jun 2026 15:37 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Sebanyak 10.000 butir telur disediakan dalam bazar telur murah yang digelar di Pasar Seroja, Sanggau pada Kamis, 4 Mei 2026. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau tersebut diperkirakan dapat menjangkau sekitar 500 warga.

“Bazar telur ini kami laksanakan untuk membantu peternak yang saat ini terdampak penurunan harga telur di tingkat produsen. Melalui kegiatan ini, hasil produksi peternak dapat terserap sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kabupaten Sanggau, Ambius Anton.

Pelaksanaan bazar menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan peternak dan kebutuhan masyarakat akan bahan pangan yang terjangkau. Program ini juga diharapkan mampu mendorong stabilitas harga telur di tengah fluktuasi harga yang terjadi di pasaran.

“Harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.200 per butir kini turun hingga di bawah Rp2.000 per butir di tingkat produsen. Karena itu, kami melakukan intervensi melalui bazar agar peternak tetap terbantu dan masyarakat memperoleh telur dengan harga yang lebih murah,” katanya.

Dalam bazar tersebut, telur dijual dengan harga Rp1.600 per butir atau Rp32.000 untuk dua pack. Harga tersebut berada di bawah harga pasar sehingga mendapat sambutan positif dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan berbelanja kebutuhan pokok dengan biaya lebih ringan.

“Pasokan telur yang kami distribusikan dalam bazar ini berasal dari peternak di Pontianak dan Singkawang. Kami melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi sejak kegiatan dimulai, yang menunjukkan bahwa program seperti ini sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Anton berharap, kegiatan bazar telur murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Kabupaten Sanggau. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas harga telur dan mendukung keberlangsungan usaha peternak lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....