Abrasi Sungai di Teluk Bayur Berau Ancam Dua Rumah dan Akses Jalan Warga

  • 02 Jun 2026 06:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Abrasi dan longsor tebing sungai yang terjadi di Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, mengancam dua rumah warga serta akses jalan penghubung antarwilayah setempat. Peristiwa tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan dan pengikisan aliran sungai yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Berau, yang diteruskan oleh petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono, kejadian diperkirakan terjadi pada Minggu 31 Mei 2026 sekitar pukul 10.25 WITA. Lokasi terdampak berada di Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Petugas mencatat panjang area yang mengalami longsor mencapai sekitar 200 meter. Kondisi tersebut mengakibatkan kerusakan pada area bantaran sungai dan mengancam sejumlah fasilitas milik masyarakat.

Selain berdampak pada lingkungan sekitar, abrasi juga mengancam dua unit rumah warga yang dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total 10 jiwa. Warga kini diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan.

Tidak hanya rumah warga, akses jalan penghubung antara RT 01 dan RT 02 di kawasan tersebut juga terancam putus akibat semakin terkikisnya badan jalan oleh aliran sungai.

Sejumlah kebun milik warga turut terdampak dalam kejadian ini. Selain itu, fasilitas lampu penerangan jalan yang berada di sekitar lokasi juga berada dalam kondisi terancam akibat pergeseran tanah yang terus terjadi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Berau melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) melakukan monitoring serta pendataan awal di lokasi kejadian pada Senin 1 Juni 2026.

"Kami melakukan monitoring dan pendataan awal untuk mengetahui tingkat ancaman serta dampak yang ditimbulkan sebagai bahan laporan kepada pimpinan," kata Muriono.

Tim yang diterjunkan ke lokasi terdiri dari personel TRC-PB dengan dukungan satu unit kendaraan operasional Hilux. Kegiatan pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi terkini serta mengidentifikasi langkah penanganan yang diperlukan.

Hingga laporan sementara diterbitkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. BPBD Kabupaten Berau terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....