Hoaks : Pelabuhan Penajam-Balikpapan Tutup Total Sementara

  • 06 Jun 2026 10:33 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara - Beredarnya isu penutupan total secara sementara dermaga di Pelabuhan Penajam - Balikpapan, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Feri Pelabuhan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menepis hal tersebut.

Supervisi Bisnis dan Pelayaran Pelabuhan Feri Penajam, Heru Sulistriono, menerangakan bahwa aktivitas penyeberangan dari Penajam menuju Pelabuhan Kariangau, Kota Balikpapan maupun sebaliknya tetap beroperasi 24 jam, meski memang benar adanya pekerjaan pengecoran atau proyek perbaikan fasilitas di dermaga 2.

Ia menyebut, isu penutupan sementara itu dipicu dari bocornya surat internal vendor pelaksana proyek kepada pihak ASDP, karena dikhawatirkan informasi yang diterima masyarakat simpang-siur, dan beranggapan ditutup total.

"Itu sebenarnya surat internal dari vendor kepada kami. Isinya mengenai teknis pekerjaan dan permohonan waktu. Namun disayangkan, informasi tersebut tersebar luas tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu, sehingga dikhawatirkan memicu kesalahpahaman di masyarakat," ujar Heru.

Proyek pengecoran yang dijadwalkan mulai dari tanggal 5 - 14 Juni 2026 yang berjalan selama 10 hari itu merupakan kelanjutan dari program perawatan rutin fasilitas pelabuhan yang dianggarkan oleh pusat melalui cabang ASDP di daerah.

Fokus pengerjaan ini pada pengecoran breasting dolphin atau tiang sandar penahan kapal. Hanya Dermaga 2 yang ditutup total sementara untuk menjaga keselamatan selama proses pengecoran.

Oleh karena itu, mulai 5 Juni ini seluruh aktivitas bongkar muat kapal feri dialihkan sepenuhnya ke dermaga1.

Pelabuhan Feri Penajam hanya mengandalkan dua dermaga utama, penutupan sementara dermaga 2 diprediksi akan menimbulkan sedikit antrean kendaraan di area pelabuhan maupun antrean kapal yang menunggu giliran sandar kapal.

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas logistik dan penumpang, pihak manajemen Pelabuhan Feri Penajam telah menyiapkan skema operasional khusus selama 10 hari masa pengerjaan.

Heru mengatakan, saat ini tercatat 12 kapal feri yang beroperasi melintasi Teluk Balikpapan dan beroperasi 24 jam.

"Idealnya saat ini satu dermaga untuk 6 kapal dengan menyesuaikan jadwal hingga 4 trip sehari. Jadi dengan adanya perbaikan, maka akan memanfaatkan dermaga 1," katanya menerangkan.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang karena memang dermaga 2 sementara ditutup selama 10 hari.

Sehingga, Heru menyarankan agar pengguna jasa transportasi air yang mengejar waktu atau menghindari potensi antrean di pelabuhan, disarankan untuk memanfaatkan rute alternatif darat via Silkar-Kilometer 38 Samboja.

"Penutupan dermaga 2 ini murni untuk perbaikan demi kenyamanan dan keselamatan jangka panjang pengguna jasa feri," ucap Heru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....