Pantai Banyuasri Dikembangkan Jadi Konservasi Tukik dan Wisata Edukasi

  • 01 Jun 2026 17:38 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Upaya pengembangan destinasi wisata berbasis konservasi lingkungan mulai diwujudkan di kawasan Pantai Banyuasri, Kabupaten Buleleng. Langkah awal dilakukan melalui pembangunan bak penampungan sementara telur penyu sebagai bagian dari upaya penyelamatan dan pelestarian satwa yang dilindungi tersebut.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, I Gede Melandrat, mengatakan Buleleng memiliki garis pantai sepanjang 157,05 kilometer yang menjadi habitat bertelur berbagai jenis penyu, seperti penyu hijau dan penyu belimbing. Kawasan pesisir Bali Utara yang banyak ditumbuhi tanaman katang-katang menjadi lokasi favorit penyu untuk bertelur.

“Paling banyak yang bertelur adalah penyu hijau, seperti di Pantai Kerobokan, Pelabuhan Buleleng, kawasan Pantai Banyuasri, dan seputar Lovina,” ujarnya.

Menurut Melandrat, keberadaan penyu perlu dijaga melalui keterlibatan masyarakat. Karena itu, pihaknya mendorong kelompok masyarakat pesisir untuk melakukan perlindungan terhadap lokasi peneluran penyu guna mengurangi risiko kerusakan telur akibat predator maupun aktivitas manusia.

“Jika penyu bertelur agar menandai tempat tersebut serta menutupnya dengan keranjang agar terhindar dari predator seperti anjing,” katanya.

Sementara itu, Ketua Relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri, Nyoman Sadwika, menjelaskan pembangunan bak penampungan sementara dilakukan setelah adanya peninjauan dari pemerintah daerah. Saat ini relawan bersama nelayan dan masyarakat baru membangun fasilitas sederhana sebagai langkah awal penyelamatan telur penyu yang ditemukan di kawasan Pantai Banyuasri.

“Bak penampungan yang kami buat memang belum memenuhi standar konservasi, namun ini merupakan langkah awal untuk menyelamatkan telur-telur penyu yang ditemukan di kawasan pantai,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap tahun penyu rutin bertelur di kawasan Pantai Banyuasri. Selama ini masyarakat dan nelayan biasanya merelokasi telur ke lokasi penangkaran yang lebih aman untuk menghindari ancaman predator maupun kerusakan akibat aktivitas di pesisir.

Ke depan, kawasan konservasi tukik di Pantai Banyuasri diharapkan tidak hanya menjadi pusat penyelamatan penyu, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata edukasi berbasis konservasi lingkungan yang mampu mendukung pelestarian satwa sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....