SMSI Paser: Refleksi Profesi menuju Konferkab PWI Paser 2026-2029

  • 28 Mei 2026 05:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser — Pelaksanaan Konferensi Kabupaten (Konferkab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Paser akan digelar dalam hitungan hari. Musyawarah tertinggi insan pers di Bumi Daya Taka itu dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Juni 2026 di Kecamatan Tanah Grogot.

Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Paser, Tontong Bhakti Sihombing, menyoroti agenda tiga tahunan tersebut. Menurutnya, Konferkab kali ini berbeda dibanding pelaksanaan sebelumnya karena akan dirangkaikan dengan pelantikan kepengurusan baru sehari setelah konferensi berlangsung.

Konferkab PWI di wilayah selatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini menjadi ajang keenam yang bertujuan memilih ketua dan pengurus baru periode 2026–2029 sekaligus mengevaluasi program kerja organisasi.

“Sebagai orang yang terlibat dan menjadi peserta Konferkab untuk kali ketiga, saya memiliki harapan besar sekaligus koreksi terhadap calon pengurus mendatang maupun kepemimpinan saat ini,” ujar Bhakti.

Setelah mengikuti sesi sosialisasi dan tahapan lainnya, Bhakti mengaku memiliki penilaian tersendiri terhadap dua calon Ketua PWI Paser, yakni Muhammad Najib dan Tomi Wirahadi Wijaya.

“Saya berharap mereka mampu menjadi pemimpin para kuli tinta yang terus berupaya menjaga keberlangsungan kehidupan pers. Sebagai pilar demokrasi, mereka tentu memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberadaan pers sebagai fourth estate atau kekuatan keempat di tengah perkembangan demokrasi dan digitalisasi,” katanya.

Menurut Bhakti, tugas tersebut sangat penting karena PWI merupakan mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Organisasi itu dinilai harus mampu mendorong pemerintahan yang akuntabel, bersih, transparan, serta terhindar dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) melalui kerja-kerja jurnalistik.

Selain itu, ia menilai keberlangsungan pers juga berkaitan erat dengan keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

“Di tengah gempuran media sosial saat ini, pers terlihat kehilangan kemampuan untuk mengontrol kekuasaan dan menyampaikan informasi yang benar kepada publik. Hal itu juga berkaitan dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang disajikan,” ujarnya.

Bhakti menambahkan, kritik yang disampaikannya berkaitan dengan kepemimpinan organisasi saat ini yang dinilai perlu dievaluasi.

“Bagi saya, ketidakmampuan memimpin organisasi sama dengan ketidakmampuan mengelola buah pemikiran. Dan itu terjadi pada kondisi PWI Paser saat ini,” ucapnya.

Meski baru sekitar delapan tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, Bhakti mengaku telah banyak terlibat dalam perkembangan kerja pers di Kabupaten Paser selama hampir tujuh tahun bertugas di Bumi Daya Taka.

Ia juga mengaku telah mendalami berbagai desk peliputan sehingga lebih cepat memahami kondisi daerah tersebut.

“Jauh di lubuk hati, saya hanya ingin mengingatkan teman-teman, khususnya yang baru mengenal profesi ini, agar tidak berhenti menambah wawasan dan rasa ingin tahu. Jangan sampai kalah wawasan agar kita tidak dicap hanya sebagai corong informasi,” katanya.

Dalam kepemimpinan PWI Paser ke depan, Bhakti berharap ketua terpilih mampu merangkul seluruh wartawan untuk menyatukan visi dan misi organisasi.

“Saya berharap yang terpilih bukan karena ambisi, melainkan demi pelayanan dan membawa profesi ini lebih dihargai serta memiliki kedudukan yang setara di berbagai kalangan,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Bhakti juga mengingatkan agar Ketua PWI Paser terpilih nantinya tidak menjadikan organisasi sebagai sarana memperkaya diri.

“PWI bukan milik satu orang wartawan saja, melainkan rumah bersama bagi seluruh insan pers,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....