Gandeng Warga Tiwu Tewa, Bawaslu Ende Gelar Konsolidasi Demokrasi

  • 27 Mei 2026 18:22 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ende terus memperkuat pengawasan partisipatif berbasis masyarakat menjelang tahapan pemilu mendatang. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja dan konsolidasi demokrasi di Desa Tiwu Tewa, Kecamatan Ende Timur, Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara Bawaslu dan masyarakat guna meningkatkan pemahaman warga terkait pengawasan pemilu yang bersih, jujur, dan demokratis.

Rombongan Bawaslu Kab. Ende dipimpin langsung Ketua Bawaslu Basilius Wena, S.H., didampingi Kasubag P3S dan Hukum Elisabeth Renggi, S.Sos., Kasubag Administrasi Karolina Ronsally Ari, S.Si., serta jajaran staf. Kehadiran mereka disambut Kepala Desa Tiwu Tewa Fransiskus Seda bersama aparat desa dan masyarakat setempat.

Dalam dialog, Basilius memperkenalkan tugas dan fungsi Bawaslu sekaligus mengajak masyarakat aktif mengawasi setiap tahapan pemilu di tingkat desa. Berbagai isu strategis turut menjadi pembahasan dalam diskusi yang berlangsung dinamis tersebut, mulai dari praktik politik uang, kampanye hitam, hingga pentingnya menjaga netralitas ASN, TNI/POLRI, dan kepala desa.

Basilius menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting sebagai mata dan telinga Bawaslu dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu. Menurutnya, pengawasan yang kuat tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. "Masyarakat memiliki peran krusial sebagai mata dan telinga Bawaslu di tingkat desa untuk mencegah terjadinya pelanggaran," ujar Basilius.

Sementara Kepala Desa Tiwu Tewa, Fransiskus Seda, mengapresiasi langkah edukatif yang dilakukan Bawaslu Ende. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru kepada masyarakat terkait mekanisme pelaporan pelanggaran pemilu yang sebelumnya masih minim diketahui warga.

"Kini masyarakat menjadi lebih paham prosedur melapor ke Bawaslu Ende. Kegiatan ini sangat mengedukasi dan menjadi bahan evaluasi dari pengalaman pesta demokrasi sebelumnya," kata Fransiskus. Selain itu, masyarakat juga mengusulkan agar Bawaslu lebih rutin melakukan sosialisasi sebelum tahapan pemilu dimulai serta menyediakan kanal pengaduan khusus yang aman dan mudah diakses masyarakat.

Diskusi yang berlangsung penuh antusias itu ditutup dengan komitmen bersama antara Bawaslu Kabupaten Ende dan masyarakat Desa Tiwu Tewa untuk bersama-sama mengawal demokrasi yang bersih dan partisipatif. Warga menyatakan kesiapan untuk aktif melaporkan dugaan pelanggaran tanpa rasa takut demi menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat di Kabupaten Ende.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....