Domitius Pau: Wurumana Bukan Sumber Kemiskinan
- 26 Mei 2026 22:59 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Budaya Wurumana dalam masyarakat Ende-Lio dinilai bukan menjadi penyebab kemiskinan seperti yang dipersepsikan sebagian masyarakat. Pandangan tersebut disampaikan dosen STPM Santa Ursula sekaligus mahasiswa Program Doktoral Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Universitas Gadjah Mada, Domitius Pau.
Menurut Domitius, budaya Ende-Lio pada dasarnya tidak bersifat konsumtif. Ia menilai tradisi Wurumana justru memiliki fungsi sosial yang kuat dalam kehidupan masyarakat adat.
“Bagi saya sebagai peneliti, saya melihat bahwa wurumana itu sebagai jaminan sosial sebenarnya,” kata Domitius dalam Dialog Interaktif Luar Studio di Aula STPM Santa Ursula Ende, Senin 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan, tradisi adat seperti Wurumana perlu direvitalisasi agar tetap relevan dan memiliki nilai guna bagi masyarakat saat ini. Menurutnya, persoalan muncul ketika masyarakat tidak lagi memahami makna utama dari budaya tersebut.
Domitius mencontohkan tradisi Nggua Ria yang dalam pelaksanaannya bukan sekadar pesta syukuran adat. Namun di balik itu terdapat nilai etos kerja dan refleksi atas hasil kerja masyarakat selama setahun.
Dalam tradisi tersebut, masyarakat menyerahkan berbagai hasil seperti Manu Eko, Are Wati, dan Moke Boti sebagai bagian dari ungkapan syukur. Nilai-nilai itulah yang menurutnya menjadi inti budaya Ende-Lio yang perlu dipahami generasi muda.
Ia mengatakan budaya akan dianggap membebankan apabila hanya dilihat dari sisi pengeluaran dan pesta semata. Karena itu, pemahaman terhadap nilai sosial dan solidaritas dalam budaya lokal dinilai penting agar tradisi tidak dipersepsikan sebagai sumber kemiskinan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....