Bupati Hery Soroti Dua Persoalan Utama di Sinode IV, Ajak Gereja Perkuat Kolaborasi

  • 03 Jun 2026 12:45 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, menyoroti persoalan kemiskinan dan kualitas pendidikan sebagai dua tantangan utama pembangunan daerah saat menjadi salah satu pemateri dalam Sidang Sinode IV Keuskupan Ruteng Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026 di Aula Biara Putri Karmel Wae Lengkas, Kelurahan Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong.

Sidang Sinode IV Keuskupan Ruteng mengusung tema “Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misioner.” Forum ini menjadi ruang refleksi dan dialog antara Gereja, pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat untuk merumuskan arah pelayanan pastoral Keuskupan Ruteng dalam sepuluh tahun ke depan.

Dalam paparannya, Bupati Hery menegaskan pembangunan daerah tidak dapat dimaknai semata-mata sebagai pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan harus berjalan seiring dengan penguatan karakter, nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Ia juga memaparkan kondisi sosial ekonomi masyarakat Manggarai, termasuk perkembangan angka kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Manggarai, terus mendorong berbagai program strategis yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, penguatan sektor pertanian, peningkatan layanan kesehatan, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia.

“Persoalan kemiskinan dan kualitas pendidikan menjadi tantangan bersama. Kita membutuhkan kolaborasi semua pihak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Manggarai,” ujar Bupati Manggarai.

Selain isu kemiskinan, Bupati juga memberi perhatian khusus terhadap capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat sekolah menengah di Kabupaten Manggarai yang dinilai belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alarm penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kualitas pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah di masa depan.

Ia menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah dan sekolah. Peran keluarga, masyarakat, dan lembaga keagamaan, termasuk Gereja, dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya generasi yang unggul dan berkarakter.

Bupati Hery mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan, khususnya dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Manggarai.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan peran strategis Gereja sebagai mitra pembangunan yang memiliki kontribusi besar dalam membangun kesadaran sosial, memperkuat nilai persaudaraan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah dan Gereja, menurutnya, perlu terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh kebutuhan riil warga.

Sinode IV Keuskupan Ruteng sendiri menjadi momentum penting bagi umat Katolik di Manggarai Raya untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan perumusan langkah-langkah pastoral yang responsif terhadap dinamika sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui forum tersebut, diharapkan pula lahir berbagai gagasan dan rekomendasi yang mampu memperkuat semangat kebersamaan serta mempererat kemitraan antara Gereja dan pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Manggarai yang beriman, berdaya saing, dan sejahtera.

Sinode IV Keuskupan Ruteng dihadiri langsung oleh Uskup Keuskupan Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, para pastor se-Keuskupan Ruteng, serta sejumlah peserta dari berbagai unsur Gereja. Turut hadir Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, yang juga menyampaikan paparan singkat mengenai perkembangan pembangunan di Kabupaten Manggarai Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....