Ekonomi Manggarai Barat Tumbuh 5,82 Persen, Bupati Akui Tantangan Kemiskinan

  • 03 Jun 2026 12:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Manggarai Barat mencapai 5,82 persen atau tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih terdapat tantangan dalam menekan angka kemiskinan dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Edistasius Endi saat memberikan sambutan dalam Sinode IV Keuskupan Ruteng yang berlangsung di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa 2 Juni 2026.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah selama beberapa tahun terakhir didorong oleh perkembangan sektor pariwisata, terutama dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo yang mencapai lebih dari 500 ribu orang per tahun.

Selain pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka di Manggarai Barat juga menunjukkan tren penurunan, dari 4,94 persen pada 2021 menjadi 3,32 persen pada 2025 berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik.

Namun demikian, Edistasius Endi menilai capaian tersebut belum sepenuhnya menjawab tantangan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok yang masih bergantung pada sektor-sektor primer di wilayah pedesaan.

“Kita memiliki dua realitas yang berjalan bersamaan. Di satu sisi terdapat pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh pariwisata dan sektor jasa. Di sisi lain, sebagian besar masyarakat masih hidup dari sektor-sektor primer yang tersebar di desa-desa,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan, sebanyak 54,14 persen penduduk Manggarai Barat masih bekerja di sektor pertanian. Namun produktivitas sektor tersebut dinilai belum optimal, termasuk karena rendahnya partisipasi generasi muda dalam bidang pertanian.

Berdasarkan data Sensus Pertanian 2023, tingkat partisipasi pemuda berusia 19 hingga 30 tahun di sektor pertanian hanya mencapai 32,5 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi keberlanjutan sektor yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa angka kemiskinan memang menunjukkan tren penurunan, namun penurunannya belum signifikan dibanding pertumbuhan ekonomi yang terjadi.

“Di balik pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, masih terdapat keluarga-keluarga yang menghadapi keterbatasan akses terhadap pendapatan, kesempatan usaha, maupun sumber daya produktif,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berupaya mendorong transformasi ekonomi yang lebih inklusif melalui penguatan sektor produksi lokal, ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan kelembagaan masyarakat.

Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan tidak hanya menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut semakin terhubung dengan sumber penghidupan masyarakat.

“Jika selama ini fokus pembangunan lebih banyak diarahkan pada penciptaan pertumbuhan ekonomi, maka tantangan pembangunan ke depan adalah memastikan pertumbuhan tersebut semakin terhubung dengan sumber penghidupan masyarakat,” ucap Edistasius.

Sinode IV Keuskupan Ruteng dihadiri Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat, Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit, para pastor paroki dan ketua dewan paroki dari 61 paroki di wilayah Keuskupan Ruteng, serta perwakilan pemerintah, kelompok religius, komunitas gerejawi, dan kelompok sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....