Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Harga Oli dan Sparepart

  • 24 Mei 2026 21:38 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga menyentuh kisaran Rp17.000 per dolar AS mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pelaku usaha. Salah seorang pemilik Bengkel Mandiri Motor Sanggau, Guslim mengungkapkan, kondisi ini turut berdampak pada sektor usaha bengkel motor di Kabupaten Sanggau, terutama terhadap harga oli dan suku cadang kendaraan yang sebagian besar masih bergantung pada produk impor.

“Sekarang harga oli dan beberapa suku cadang motor sudah mulai naik karena barang-barang tersebut banyak yang dibeli menggunakan dolar AS,” ungkap Guslim saat diwawancarai di bengkelnya, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurutnya, pelemahan rupiah memang belum memberikan dampak besar terhadap operasional bengkel yang dijalankannya saat ini. Namun ia menyebut, kondisi ini dapat menjadi tantangan serius apabila berlangsung dalam jangka waktu lama karena harga barang diperkirakan terus meningkat.

“Kalau kondisi dolar terus naik, masyarakat pasti yang paling terasa dampaknya karena harga kebutuhan sehari-hari ikut naik,” katanya.

Ia menambahkan, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada oli dan suku cadang kendaraan, tetapi juga sejumlah kebutuhan lain yang masih bergantung pada impor. Menurutnya, situasi ini dapat memengaruhi kestabilan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang bergantung pada aktivitas perdagangan dan jasa.

“Kami berharap pemerintah bisa menjaga kestabilan ekonomi dan nilai tukar rupiah supaya harga barang tidak terus naik,” jelasnya.

Guslim menyampaikan, pelemahan rupiah dinilai menjadi tantangan serius bagi pelaku usaha dan masyarakat apabila tidak segera diatasi. Ia berharap, pemerintah mampu mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional agar harga kebutuhan pokok dan barang impor tetap terkendali di pasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....