Kenaikan Harga Kedelai Tekan Produksi Tempe Lokal Sanggau

  • 19 Jun 2026 21:08 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Kenaikan harga kedelai impor mulai dirasakan para pengusaha tempe lokal di Kabupaten Sanggau. Salah satu pengusaha tempe Sanggau, Agil Vanjava menyampaikan kondisi tersebut berdampak langsung terhadap biaya produksi yang terus meningkat.

"Harga kedelai impor naik sekitar Rp50.000 per karung. Kenaikan itu sangat mempengaruhi biaya produksi saat ini," ujar Agil Vanjava di Sanggau pada Jumat, 19 Juni 2026.

Selain kedelai, ia menyebut, kenaikan harga bahan pendukung produksi juga menjadi beban bagi pelaku usaha. Salah satu yang paling dirasakan adalah lonjakan harga plastik sebagai bahan kemasan.

"Bukan hanya kedelai yang mahal, bahan lainnya juga ikut naik. Harga plastik justru lebih terasa dampaknya bagi usaha kami," ungkapnya.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, ia melakukan penyesuaian harga jual tempe. Namun ukuran produk yang dipasarkan tetap dipertahankan seperti sebelumnya.

"Harga plastik sudah naik hampir 100 persen, dari sekitar Rp2 juta menjadi Rp4 juta per karung. Karena itu kami terpaksa menyesuaikan harga tempe di pasaran," jelasnya.

Meski menghadapi tekanan biaya produksi, ia berharap usaha tempe tetap dapat bertahan. Agil juga berharap harga bahan baku kembali stabil agar produksi dan penjualan dapat berjalan lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....