Jalan Kewapante-Ohe Nyaris Putus, Warga Desak Perbaikan

  • 20 Mei 2026 13:18 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Kondisi ruas jalan Kewapante-Ohe di Dusun Botan, Desa Munerana, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, nyaris putus akibat abrasi tanah di badan jalan. Kerusakan itu kini mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas menuju Kecamatan Bola, Doreng, dan Mapitara.

Ruas jalan tersebut menjadi jalur utama penghubung tiga kecamatan di wilayah timur Kabupaten Sikka. Selain kendaraan masyarakat, jalur itu juga rutin dilintasi bus-bus pariwisata menuju Sanggar Bliran Sina Watublapi di Hewokloang dan Sanggar Dika Tawa Tanah di Kecamatan Bola.

Kerusakan paling parah terlihat pada bagian badan jalan yang menggantung akibat tanah penyangga terus terkikis. Lubang besar di sisi jalan membuat kendaraan harus melintas secara bergantian dan sangat hati-hati.

Warga Desa Umauta, Kecamatan Bola, Yokobus Tonce Horang mengatakan, kondisi rusak parah tersebut sudah terjadi sejak Desember 2025. Namun hingga Mei 2026, belum terlihat adanya perbaikan permanen dari pemerintah daerah.

“Setiap kali lewat sini, kami harus ekstra hati-hati karena aspalnya menggantung, lubang menganga dan tanah di bawahnya terus terkikis. Kalau tidak segera diperbaiki, jalan ini bisa putus total,” ujar Tonce, Rabu 20 Mei 2026.

Menurut Tonce, ruas jalan Kewapante-Ohe merupakan urat nadi distribusi hasil bumi masyarakat dari Kecamatan Bola, Doreng, dan Mapitara menuju Kota Maumere. Jika akses tersebut terputus, aktivitas ekonomi warga diperkirakan lumpuh dan biaya distribusi akan meningkat.

Ia juga menyoroti dampak kerusakan jalan terhadap sektor pariwisata budaya di Kabupaten Sikka. Akses menuju dua sanggar budaya yang selama ini menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara terancam terganggu.

“Jika terputus total, distribusi hasil bumi dari tiga kecamatan akan lumpuh. Selain itu, citra pariwisata Sikka di mata internasional terancam merosot akibat akses ke dua sanggar budaya ikonik tersebut terputus,” katanya.

Tonce mendesak Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang segera mengambil langkah darurat. Ia berharap pemerintah membangun turap atau dinding penahan tanah sebelum kerusakan semakin meluas dan memicu kecelakaan.

Sementara itu, Camat Hewokloang, Anselmus Erdinans mengatakan, pihak kecamatan bersama Polsek Kewapante telah turun langsung ke lokasi untuk memasang garis polisi di area jalan rusak. Langkah itu dilakukan guna mencegah kecelakaan bagi pengguna jalan.

“Hari ini, saya bersama aparat pemerintah Desa Munerana, Kapolsek Kewapante, dan anggota turun langsung ke lokasi jalan rusak untuk memasang garis polisi,” ujar Anselmus.

Ia menambahkan, Pemerintah Kecamatan Hewokloang juga telah mengirim surat resmi kepada Dinas PUPR, BPBD, dan DPRD Kabupaten Sikka pada Selasa 19 Mei 2026. Surat tersebut berisi laporan kondisi kerusakan jalan sekaligus permintaan penanganan segera.

Anselmus mengimbau masyarakat yang melintasi ruas jalan Kewapante-Ohe agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun. Pengguna jalan diminta mengurangi kecepatan dan berhati-hati karena kondisi tanah di sekitar badan jalan masih terus bergerak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....