Pemanfaatan Pupuk Organik di Sanggau Masih Rendah
- 18 Mei 2026 14:47 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Melimpahnya bahan baku pupuk organik di Kabupaten Sanggau ternyata belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Padahal, limbah rumah tangga hingga sisa perkebunan sawit dinilai mampu menjadi solusi kebutuhan pupuk murah dan ramah lingkungan.
Kepala Bidang Penyuluhan, Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan (DKPTHP Kabupaten Sanggau, Minarman Minok, mengatakan pemanfaatan pupuk organik untuk perkebunan pekarangan masih tergolong rendah. Menurutnya, banyak bahan organik yang sebenarnya mudah ditemukan di lingkungan sekitar rumah masyarakat.
“Bahan baku pupuk organik cukup tersedia di sekitar rumah, namun pemanfaatannya masih belum maksimal karena pemahaman pengelolaannya masih rendah,” kata Minarman dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Senin 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sebagian masyarakat masih bergantung pada pupuk kimia untuk kebutuhan tanaman pekarangan maupun pertanian skala kecil. Kondisi tersebut membuat potensi bahan organik lokal belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pupuk alternatif.
Minarman menilai edukasi terkait pengelolaan pupuk organik perlu terus ditingkatkan kepada masyarakat. Pemahaman mengenai cara pengolahan hingga manfaat pupuk organik dinilai penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Dijelaskannya, selain berasal dari limbah rumah tangga, bahan baku pupuk organik juga dapat diperoleh dari sektor perkebunan sawit. Kabupaten Sanggau sendiri disebut memiliki potensi besar karena menjadi daerah dengan perkebunan sawit yang cukup luas.
Ia mengatakan, Kabupaten Sanggau merupakan kabupaten terbesar ketiga yang memiliki perkebunan kelapa sawit. Dengan kondisi tersebut, limbah sawit seperti tandan kosong atau tongkos memiliki peluang besar dijadikan bahan pupuk kompos.
Pemanfaatan limbah sawit menjadi pupuk organik kata Minarman, dinilai mampu mengurangi pencemaran lingkungan akibat sisa produksi perkebunan. Di sisi lain, hasil kompos juga dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat maupun kelompok tani untuk kebutuhan pertanian.
Minarman berharap masyarakat mulai memanfaatkan bahan organik yang tersedia di sekitar lingkungan masing-masing. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan biaya pertanian sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan limbah ramah lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....