BPBD Perkuat Mitigasi Bencana di Destinasi Labuan Bajo
- 12 Mei 2026 16:18 WIB
- Ende
Poin Utama
- Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) wajib mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan wisatawan melalui mitigasi bencana yang kuat.
- BPBD Manggarai Barat telah menetapkan 12 hotel sebagai "Hotel Tangguh Bencana" yang memiliki sertifikasi dan kemampuan evakuasi mandiri.
- Tersedianya sistem peringatan dini (EWS) tsunami dan rambu evakuasi dalam lima bahasa di titik-titik strategis kota.
- Koordinasi lintas instansi (Basarnas, KSOP, TNI/Polri) diperkuat melalui grup komunikasi digital untuk respons cepat jika terjadi kondisi darurat.
- Wisatawan diimbau selalu memantau info cuaca BMKG dan segera menepi ke pulau terdekat jika terjadi perubahan cuaca ekstrem saat berlayar.
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat sistem mitigasi bencana di Labuan Bajo. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan di salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Indonesia tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Ir. Oktavianus Andi Bona, menyatakan bahwa status Labuan Bajo sebagai aset utama daerah menuntut kesiapsiagaan penuh. Menurutnya, keselamatan adalah investasi jangka panjang agar wisatawan terus kembali berkunjung.
"Kami telah memiliki dokumen kajian risiko bencana dan rutin melatih pelaku industri. Saat ini, sudah ada 12 hotel yang kami nyatakan sebagai Hotel Tangguh Bencana dan telah mendapatkan sertifikat resmi," ujar Oktavianus dalam dialog Kentongan Florata Sore Ini di RRI, Selasa, 12 Mei 2026.
Selain kesiapan SDM, BPBD juga telah memasang alat deteksi tsunami yang terintegrasi dengan sirene di area kota. Uniknya, untuk melayani wisatawan mancanegara, pemerintah telah memasang rambu-rambu evakuasi dalam lima bahasa berbeda di titik-titik keramaian dan hotel pesisir.
Terkait potensi bencana hidrometeorologi, Oktavianus menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Labuan Bajo saat ini terpantau panas namun tetap terkendali. Meski demikian, ia mengingatkan para pemilik kapal pinisi dan wisatawan untuk tetap waspada.
"Cuaca di perairan Taman Nasional Komodo kadang berubah seketika. Kami mengimbau jika terjadi perubahan cuaca mendadak saat berlayar, segera menepi ke pulau terdekat demi menghindari korban jiwa," ujarnya.
BPBD juga terus memperluas cakupan Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai benteng pertahanan pertama masyarakat lokal. Dengan koordinasi intensif bersama Basarnas dan KSOP, diharapkan predikat Labuan Bajo sebagai destinasi yang aman dan nyaman dapat terjaga secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....