Ekonomi Kaltim Triwulan I 2026 Tumbuh 2,99 Persen
- 07 Mei 2026 11:25 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat perekonomian Kalimantan Timur pada Triwulan I-2026 tumbuh sebesar 2,99 persen secara tahunan atau year on year (y-on-y).
Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas'ud Rifai, menyampaikan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp229,08 triliun. Sementara PDRB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp149,02 triliun.
Meski tumbuh positif, struktur ekonomi Kalimantan Timur masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi sebesar 33,45 persen terhadap PDRB. Namun sektor tersebut mengalami kontraksi sebesar 1,19 persen akibat penurunan produksi batu bara dan gas alam.
“Kontraksi sektor pertambangan dipengaruhi penurunan produksi komoditas strategis, termasuk batu bara dan gas alam pada awal tahun,” ujarnya.
Selain pertambangan, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 19,39 persen terhadap pembentukan ekonomi daerah. Sektor ini tumbuh 3,11 persen didorong peningkatan kapasitas produksi pengilangan migas dan industri makanan minuman.
Sementara sektor konstruksi mencatat pertumbuhan sebesar 3,57 persen. Pertumbuhan tersebut dipicu aktivitas pembangunan infrastruktur, proyek RDMP, serta pengembangan ekosistem Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di sisi lain, sektor perdagangan besar dan eceran menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan andil mencapai 0,98 persen. Kondisi ini didorong meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional.
BPS juga mencatat sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi selama Triwulan I-2026. Pertumbuhan sektor jasa lainnya dan perdagangan turut menunjukkan peningkatan aktivitas konsumsi domestik.
Secara spasial, Kalimantan Timur masih menjadi kontributor terbesar perekonomian di Pulau Kalimantan dengan kontribusi mencapai 46,48 persen terhadap total ekonomi regional pulau tersebut.
“Ini menunjukkan Kalimantan Timur tetap menjadi tulang punggung ekonomi Kalimantan meskipun sektor ekstraktif mengalami perlambatan,” ujarnya.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat sektor non tambang agar struktur ekonomi lebih seimbang dan berkelanjutan di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....