Mahasiswa Unmul Gelar Aksi Simbolik jelang May Day

  • 30 Apr 2026 22:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei, mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar aksi demonstrasi simbolik di depan gerbang kampus di Jalan M Yamin, Kamis 30 April 2026 jelang petang.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyambutan terhadap momentum May Day sekaligus menjadi pemantik untuk aksi yang lebih besar bersama aliansi mahasiswa dan elemen lainnya.

Koordinator aksi, Iman yang juga Wakil Ketua BEM Teknik Unmul menyampaikan bahwa kegiatan sore itu merupakan langkah awal sebelum digelarnya aksi besar pada peringatan Hari Buruh.

“Jadi untuk aksi sore ini sebenarnya aksi simbolik untuk kemudian menyambut May Day, Hari Buruh Internasional. Sembari juga kita menunggu kawan-kawan aliansi untuk kemudian melakukan aksi May Day secara sebesar-besaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya bersama aliansi lain saat ini masih melakukan persiapan dan konsolidasi untuk menggelar aksi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak massa.

“Untuk aksi besar-besaran nanti kami sudah mempersiapkan dengan kawan-kawan aliansi yang lain. Masih dalam proses persiapan dari kawan-kawan perangkat aksi, jadi ditunggu saja,” katanya.

Iman juga menegaskan bahwa aksi yang dilakukan saat ini merupakan kelanjutan dari eskalasi gerakan yang sebelumnya telah dibangun oleh mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya.

“Kalau bicara terkait demo tempo hari, sebenarnya kami hanya menyambung eskalasi yang kemudian sudah dibangun oleh kawan-kawan,” ucapnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti isu kesejahteraan buruh di Kalimantan Timur yang dinilai masih memprihatinkan, khususnya terkait tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kalau hari ini kita berbicara mengenai buruh, lebih ke bagaimana kita membahas kesejahteraan buruh. Di Kalimantan Timur, PHK sudah ada di 915 kasus dan itu nomor tiga se-Kalimantan Timur,” ujarnya.

Selain itu, mereka juga menyinggung kasus tunggakan gaji buruh yang belum terselesaikan, seperti yang terjadi pada perusahaan Sumalindo yang disebut hingga kini belum membayarkan gaji pekerja selama bertahun-tahun.

“Contohnya seperti Sumalindo yang sampai hari ini 72 bulan gajinya belum terbayarkan. Ini yang menjadi perhatian kami,” kata Iman.

Mahasiswa berharap melalui aksi ini pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap nasib buruh serta menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih terjadi di Kalimantan Timur.

“Harapannya dari aksi hari ini, kesejahteraan buruh bisa meningkat dan pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kasus-kasus besar yang ada,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....