Aliansi Masyarakat Sipil Paser Gelar Aksi Damai imbas Kenaikan BBM
- 21 Jun 2026 13:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser - Sejumlah masyarakat dengan label Aliansi Masyarakat Sipil Kabupaten Paser menggelar aksi damai, pada Sabtu 20 Juni 2026 sore, di Bantaran Sungai Kandilo, Kecamatan Tanah Grogot.
Dalam aksi damai ini turut yang diisi oleh berbagai masyarakat sipil dari pelaku UMKM, driver ojek online, mahasiswa, pelajar dan organisasi kepemudaan.
Kegiatan aksi ini menyoroti beberapa program pemerintah pusat Presiden Republik Indonesia (RI), terutama kenaikan harga BBM Pertamax yang dirasa sangat memberatkan masyarakat menengah kebawah.
Aliansi Masyarakat Sipil Kabupaten Paser ini menyatakan beberapa sikap, diantaranya yakni;
1. Meminta Pemerintah Pusat menstabilkan harga BBM
2. Meminta Pemerintah Pusat mendistribusikan BBM bersubsidi pertalite dan biosolar di SPBU yang berada di Kabupaten Paser
3. Meminta Pemeritah Daerah mengatur regulasi harga pangan atas dampak kenaikan harga BBM
4. Meminta Pemerintah Daerah menertibkan dan meregulasikan sistem pembelian bahan bakar di SPBU Kabupaten Paser
Koordinator lapangan Aliansi Masyarakat Sipil Kabupaten Paser, Yarahman menyampaikan, kenaikan harga BBM jenis pertamax (RON 92) dari awalnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liternya sejak pada 10 Juni 2026 lalu membuat para pengguna harus beralih yang ke lebih murah yakni jenis pertalite.
"Yang kita ketahui di Kabupaten Paser cuma ada di ada tiga titik SPBU yang paling senter, seperti di Blengkong, Tanah Grogot dan di kilo 7. Mungkin di daerah Long Kali dan Long Long Ikis ada juga pertalitnya. Tetapi yang menyoroti 3 SPBU ini kenapa di betul-betul diperhatikan, karena di situ antriannya gila-gilaan. Tidak ada pengawasan dari Dinas Perhubungan," ujar Yarahman disela aksi.
Dengan adanya kenaikan harga BBM yang dirasa membuat masyarakat menengah kebawah semakin tertekan, maka Yarahman bersama rekan-rekannya akan mencoba untuk melakukan konsolidasi kepada masyarakat kembali.
Selain itu akan mencari fakta soal harga tabung gas 3kg yang diketahuinya terdapat harga melebihi Rp80.000 yang dijual eceran.

"Ada yang menemukan tabung melon itu tembus harganya Rp80.000 sampai Rp83.000. 80.000 ke atas. Bahkan kita ketahui itu kan bahan yang dikonsumsi rakyat yang kelas ke bawah atau barang-barang yang subsidi. Karena harga di penyediaannya itu angkanya Rp22.000," katanya.
Kemudian selain keresahan kenaikan harga BBM dan terdapatnya harga tabung gas melon yang melambung tinggi, Aliansi Masyarakat Sipil Kabupaten Paser ini juga menyoroti masalah program Presiden RI yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang disebutkan Yarahman tidah berdampak baik untuk masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....