Jembatan Darurat Nyaris Ambruk, Warga Dilarang Melintas
- 27 Apr 2026 13:11 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Jembatan darurat yang dibangun menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), di perbatasan Kelurahan Nangkaan dan Desa Sukowiryo, Bondowoso nyaris ambruk akibat hujan deras. Akibatnya, warga setempat masih dilarang melintas demi keamanan.
Jembatan tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp 75 juta. Serta baru dibuka untuk umum beberapa hari lalu, pasca dilakukan pengujian oleh BPBD Bondowoso. Kerusakan disebabkan oleh sampah dan derasnya air sungai, ketika terjadi hujan deras.
Hal tersebut membuat petugas langsung melakukan perbaikan, pada jembatan yang menggunakan konstruksi kayu tersebut, Senin (27/4/2026). Selain itu, jembatan darurat ditutup untuk umum selama proses perbaikan. Waktu perbaikan diperkirakan jembatan diperkirakan selesai dalam beberapa hari mendatang.
Kalaksa BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo mengatakan, ada beberapa struktur jembatan yang perlu dilakukan penyesuaian.
“Awalnya, kami membuat konstruksi sederhana. Dalam artian kondisi cuaca sudah kemarau. Sehingga kami memilih konstruksi yang sederhana,” katanya.
Namun, akibat kejadian banjir sejumlah kayu penyangga jembatan patah dan rusak. Sehingga dianggap berisiko untuk dilalui oleh warga. “Sebenarnya bukan airnya yang membuat jembatannya bergeser ataupun ada kerusakan, tapi karena ada sampah sampah yang menghambat,” jelasnya.
Dari kejadian itu, dia mengaku sudah melakukan evaluasi, bersama tim teknis Dinas Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, untuk menyesuaikan struktur jembatan.
Dia juga menegaskan, untuk sementara jembatan darurat itu ditutup untuk sementara, selama proses perbaikan. Namun, dia juga memastikan sudah rampung, sebelum jembatan sentong dibongkar total.
Sementara itu, Aiptu Eko Setyo Budi Cahyono Kanit Kamsel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bondowoso mengatakan bahwa selama 7 hari masa perbaikan maka masyarakat diimbau untuk melewati jembatan alternatif yang tersedia. Begitu juga dengan pejalan kaki.
" Masyarakat juga diimbau untuk sesuai dengan jalur alternatif, " pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....