Sejarawan Ungkap Peran Tersembunyi Perempuan dalam Sejarah Kaltim
- 26 Apr 2026 07:19 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Diskusi Publik Hari Kartini 2026 di Samarinda tidak hanya membahas isu kekinian, tetapi juga menyoroti sejarah perempuan di Kalimantan Timur. Kegiatan yang berlangsung di Aula Perpustakaan Kota Samarinda ini menjadi ruang refleksi atas peran perempuan di masa lalu.
Sejarawan Publik, Muhammad Sarip menjelaskan selama ini historiografi perempuan cenderung menempatkan perempuan sebagai pelengkap. Dalam banyak catatan sejarah, perempuan hanya muncul sebagai pendamping tokoh laki-laki.
Menurutnya, pendekatan tersebut perlu diubah agar perempuan dapat diakui sebagai subjek sejarah yang mandiri. Ia menegaskan banyak perempuan yang memiliki kontribusi besar tanpa bergantung pada nama laki-laki.
“Perempuan itu sering hanya disebut karena suaminya tokoh. Padahal mereka punya kompetensi dan peran sendiri yang layak diangkat,” ujarnya.
Sarip mencontohkan sejumlah tokoh perempuan Kalimantan Timur seperti Jumantan Hasyim dan Dorinawati Samalo. Mereka memiliki kiprah penting dalam pembangunan daerah sejak era 1940-an hingga 1950-an.
Ia juga menekankan kontribusi perempuan tidak terbatas pada satu kelompok saja. Perempuan dari berbagai latar belakang budaya dan agama turut berperan dalam sejarah daerah.
“Kita ingin mengekspos bahwa di Kaltim banyak tokoh perempuan, tidak hanya yang dikenal secara nasional seperti Kartini. Ini penting untuk keseimbangan narasi sejarah,” kata Sarip pada Sabtu 25 April 2026.
Paparan tersebut menunjukkan penulisan sejarah selama ini masih menyisakan ketimpangan dalam menempatkan peran perempuan. Narasi yang berkembang cenderung menempatkan perempuan sebagai pelengkap, bukan sebagai pelaku utama dalam perjalanan sejarah. (zulf)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....