Disporapar Paser Genjot Penyelesaian Venue Porprov Kaltim 2026
- 23 Apr 2026 12:48 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, khususnya Bidang Keolahragaan, mendapat perhatian dari Bupati Paser, Fahmi Fadli, terkait progres pembangunan venue cabang olahraga (cabor) yang masih di bawah 50 persen.
Bupati meminta agar pengerjaan venue tersebut segera diprioritaskan dan dipercepat mulai saat ini. Hal ini dilakukan guna memastikan kesiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur ke-8 di Kabupaten Paser pada November 2026 berjalan sukses.
Kepala Bidang Olahraga Disporapar Paser, Abdi Permana, menyebutkan terdapat dua venue yang progresnya masih di bawah 50 persen, yakni venue sepak takraw dan gedung olahraga (GOR) senam yang saat ini berada di angka sekitar 44 persen.
“Namun, hal tersebut diharapkan tidak menjadi kendala karena pekerjaan yang tersisa lebih pada tahap finishing, seperti dinding bata, lantai, atap, serta penataan eksterior,” ujar Abdi saat ditemui RRI, Kamis 23 April 2026.
Meski progres pembangunan belum mencapai 50 persen, Abdi optimistis kedua venue prioritas tersebut dapat diselesaikan sebelum pelaksanaan Porprov. Ia menilai struktur bangunan sudah rampung, sehingga pekerjaan yang tersisa relatif tidak memakan waktu lama.

“Kami masih memiliki waktu sekitar lima hingga enam bulan menjelang November 2026. Dengan fokus pada pekerjaan finishing, kami optimistis penyelesaian dapat tepat waktu,” katanya.
Abdi menambahkan, kontraktor pemenang tender ditargetkan mampu menyelesaikan pembangunan dalam waktu maksimal lima bulan sejak April 2026.
“Kami berharap kontraktor dapat bekerja sesuai target dan menyelesaikan proyek tepat waktu. Idealnya, dalam lima bulan seluruh pekerjaan sudah rampung,” ujarnya.
Selain dua venue tersebut, Abdi juga meyakini seluruh venue lain yang saat ini progresnya sudah di atas 50 persen dapat diselesaikan sebelum Oktober 2026.
“Sejak April ini, kami targetkan seluruh venue sudah selesai pada Oktober, sehingga siap digunakan saat Porprov digelar,” tambahnya.
Namun demikian, Abdi mengungkapkan adanya kendala akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite non-subsidi sejak 18 April 2026. Kenaikan tersebut berdampak pada harga material pembangunan.

“Beberapa perencanaan pengadaan barang dan jasa terpaksa kami batalkan sementara untuk menyesuaikan kembali harga perkiraan sendiri (HPS) dengan kondisi pasar saat ini,” katanya.
Ia menyebutkan, setelah penyesuaian selesai, sekitar lima hingga tujuh paket pekerjaan lanjutan akan segera dilelang oleh Disporapar pada April 2026.
Abdi berharap proses kontrak dapat dimulai pada awal Mei 2026, sehingga target penyelesaian dalam waktu maksimal lima bulan tetap tercapai sebelum pelaksanaan Porprov.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....