Stigma Jadi Hambatan, Kesadaran Tes HIV di Samarinda Masih Rendah
- 16 Apr 2026 21:08 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan di Kota Samarinda. Stigma terhadap orang dengan HIV dinilai menjadi faktor utama yang menghambat deteksi dini.
Tim Pakar Komisi IV DPRD Samarinda, Masdar John, mengatakan stigma sosial membuat sebagian masyarakat enggan memeriksakan diri meski memiliki risiko terpapar.
“Masih banyak yang takut untuk tes karena khawatir dikucilkan. Padahal, ini justru menghambat penanganan sejak dini,” ujarnya, Kamis 16 April 2026 di Samarinda.
Ia menjelaskan, HIV seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Kondisi ini menyebabkan banyak orang tidak menyadari status kesehatannya hingga memasuki fase lanjut.
“Kalau tidak dilakukan tes, seseorang bisa bertahun-tahun tidak tahu dirinya terinfeksi. Ini yang berbahaya karena berpotensi menularkan ke orang lain,” katanya.
Masdar menegaskan pemeriksaan dini menjadi langkah penting dalam menekan penyebaran HIV. Dengan mengetahui status sejak awal, pengobatan dapat segera dilakukan dan risiko penularan dapat diminimalkan.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan secara menyeluruh, tidak hanya menyasar kelompok berisiko, tetapi juga masyarakat umum agar pemahaman tentang HIV semakin baik.
Ia juga menyoroti pentingnya peran lingkungan dan komunitas dalam menciptakan ruang aman, sehingga masyarakat berani terbuka tanpa rasa takut terhadap stigma maupun diskriminasi.
Selain itu, upaya pencegahan perlu diperkuat melalui kampanye perilaku hidup sehat, penggunaan alat pelindung, serta pemanfaatan metode pencegahan bagi kelompok berisiko tinggi.
Masdar berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan berkurangnya stigma, penanganan HIV di Samarinda dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....