Deteksi Dini Koinfeksi TBC-HIV Samarinda Tekan Risiko Kematian Pasien

  • 16 Apr 2026 20:50 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Deteksi dini koinfeksi Tuberkulosis (TBC) dan HIV dinilai menjadi langkah krusial dalam menekan risiko kematian pasien di Kota Samarinda. Pemeriksaan sejak awal diperlukan untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat.

Tim Pakar Komisi IV DPRD Samarinda, Masdar John, menegaskan setiap pasien TBC wajib menjalani tes HIV guna mengetahui kemungkinan adanya koinfeksi. Hal ini penting karena penanganan kedua penyakit tersebut harus dilakukan secara bersamaan.

“Kalau pasien TBC juga terinfeksi HIV, maka harus langsung diberikan terapi kombinasi, baik obat anti tuberkulosis maupun antiretroviral,” ujarnya saat dikonfirmasi rri, Kamis 16 April 2026 di Samarinda.

Sebaliknya, pasien HIV juga harus rutin menjalani skrining TBC setiap kali mengakses layanan kesehatan. Deteksi dini dinilai mampu mencegah keterlambatan diagnosis yang dapat memperburuk kondisi pasien.

Masdar menjelaskan, bagi orang dengan HIV yang belum terinfeksi TBC, tetap perlu diberikan terapi pencegahan agar tidak berkembang menjadi infeksi aktif. Upaya ini dinilai penting untuk menekan potensi komplikasi.

Ia juga menyoroti capaian pengobatan HIV di Samarinda yang meski menunjukkan progres, namun belum sepenuhnya optimal. Dari total kasus baru, sekitar 81 persen pasien telah mendapatkan pengobatan.

Menurutnya, masih adanya pasien yang belum terjangkau layanan menjadi perhatian serius. Keterlambatan penanganan berpotensi meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Masdar menekankan pentingnya percepatan pemberian terapi antiretroviral, yang idealnya dimulai dalam waktu dua hingga delapan minggu setelah terapi TBC dimulai.

“Penanganan ini tidak boleh ditunda. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pasien untuk pulih dan menjalani hidup normal,” katanya.

Ia berharap fasilitas layanan kesehatan di Samarinda semakin siap, baik dari sisi tenaga medis, sistem rujukan, maupun ketersediaan obat. Dengan demikian, penanganan koinfeksi TBC dan HIV dapat dilakukan secara komprehensif dan tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....