Uskup Agung Ende Ajak Perkuat Persaudaraan dan Bijak Bermedsos

  • 15 Apr 2026 18:03 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende — Uskup Keuskupan Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan, menjaga perdamaian, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Ajakan tersebut disampaikannya dalam kata sambutan pada acara halal bihalal yang digelar di Masjid Baitussalam Pu’unaka, Kelurahan Tanjung, Selasa ,14 April 2026.

Dalam sambutannya, Uskup Paulus terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada umat Islam di Kabupaten Ende. Ia berharap momentum hari raya ini membawa rahmat dan berkah bagi seluruh masyarakat.

Ia mengungkapkan, tahun ini menjadi momen istimewa karena umat Islam menjalani ibadah puasa Ramadan bersamaan dengan umat Kristiani yang juga menjalani masa Prapaskah. “Ini menjadi tanda bahwa kehidupan beriman kita berjalan berdampingan dalam semangat kebersamaan,” ungkapnya.

Menurutnya, perayaan keagamaan seperti Idul Fitri dan Paskah merupakan kesempatan penting untuk melakukan pembaruan diri.

Ia menegaskan bahwa pembaruan tersebut mencakup kehidupan pribadi, kehidupan bersama, hingga kehidupan bermasyarakat.

Ia menambahkan, penataan ulang juga perlu dilakukan dalam kepedulian terhadap lingkungan hidup serta penataan kota. “Kita semua perlu mendukung upaya penataan lingkungan dan kota demi masa depan daerah yang kita cintai,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya menjaga perdamaian dan persaudaraan di tengah kehidupan sosial. Ia mengingatkan bahwa merusak persaudaraan sangat mudah terjadi, terutama melalui penggunaan media sosial yang tidak bijak.

“Cukup satu kali kita tidak waspada atau gagal bersikap kritis dalam menggunakan media sosial, kita bisa merusak kebaikan yang telah dibangun bertahun-tahun,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa menjaga persaudaraan membutuhkan komitmen kuat dari semua pihak, termasuk dalam menjaga tutur kata dan menyebarkan nilai-nilai damai.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa perdamaian tidak akan terwujud tanpa adanya dialog dan keterbukaan. “Tidak ada perdamaian tanpa dialog, tanpa keterbukaan untuk berbicara, serta tanpa kesediaan untuk mendengarkan dengan penuh perhatian,” katanya.

Ia juga mengingatkan pesan dalam masa Prapaskah yang menekankan pentingnya menjaga diri dari godaan penggunaan media sosial yang dapat memicu perpecahan. Menurutnya, imbauan tersebut relevan bagi seluruh masyarakat lintas agama.

Selain itu, ia menyampaikan apresiasi atas undangan menghadiri halal bihalal tersebut. Ia mengaku merasa diperkaya oleh kebersamaan serta tausiah yang disampaikan mengenai makna halal bihalal dan silaturahmi.

“Saya merasa sangat diperkaya oleh kebersamaan hari ini, serta pencerahan tentang makna silaturahmi yang mempererat persaudaraan,” tuturnya.

Ia juga menyinggung pengalamannya bertemu masyarakat nelayan beberapa hari sebelumnya, serta kembali merasakan kebersamaan dalam kegiatan halal bihalal di Kampung Nelayan Tanjung.

Menutup sambutannya, ia menilai kehidupan masyarakat nelayan sarat dengan nilai kebersamaan, kerja keras, dan gotong royong yang perlu terus dijaga. “Nilai-nilai inilah yang menjadi kekuatan kita dalam membangun kehidupan yang damai dan harmonis,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....