Uskup Ende Apresiasi Tradisi Pendidikan Umat Ngalupolo

  • 09 Jul 2026 09:52 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Uskup Keuskupan Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, mengapresiasi umat Stasi Ngalupolo yang dinilai berhasil membangun tradisi pendidikan hingga melahirkan banyak imam, suster, bruder, dan frater. Apresiasi itu disampaikannya dalam kegiatan Sharing Pendidikan di Ngalupolo, Kabupaten Ende, Rabu 8 Juli 2026.

Menurut Uskup Budi, Ngalupolo memiliki iklim pendidikan yang baik sehingga mampu menghasilkan buah pendidikan yang nyata dan berkualitas. Ia menyebut reuni para imam dan biarawan-biarawati asal Ngalupolo menjadi penanda bahwa benih pendidikan yang ditanam selama ini telah memberi hasil.

“Orang Ngalupolo patut berbangga, karena ada iklim yang baik untuk pendidikan dan reuni ini adalah peristiwa memanen buah dari pendidikan itu,” kata Uskup Budi. Ia menilai capaian tersebut tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan dibangun dari kebiasaan dan semangat belajar yang tumbuh dalam keluarga serta lingkungan.

Ia menegaskan, pendidikan yang baik selalu berangkat dari rumah sebagai fondasi awal pembentukan karakter anak. Dalam pandangannya, keluarga menjadi ruang pertama untuk menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, ketekunan, dan semangat menjadi murid yang disiplin.

Uskup Budi mengatakan, kata murid sangat dekat dengan disiplin karena tanpa disiplin seseorang akan sulit berhasil dalam pendidikan. Karena itu, ia menempatkan kedisiplinan sebagai dasar penting dalam perjalanan belajar, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, ia menguraikan empat bentuk disiplin yang perlu dijadikan pegangan. Pertama adalah disiplin diri, yakni kemampuan membawa diri dengan baik agar tidak mudah mengambil hak orang lain atau terjerumus dalam perilaku yang merugikan sesama.

Kedua, disiplin berkomunikasi atau berbicara, termasuk menjaga tata krama dalam menyampaikan pendapat di ruang publik maupun media sosial. Uskup Budi mengingatkan, tantangan saat ini semakin besar karena banyak orang lebih mementingkan unggahan daripada mempertimbangkan nilai dan dampak dari apa yang diposting.

Ketiga adalah disiplin bergaul, terutama bagi generasi muda agar mampu memilih lingkungan yang sehat dan tidak terjebak dalam persoalan sosial. Sementara disiplin keempat adalah disiplin waktu, yakni kemampuan mengatur waktu secara bijak agar setiap kesempatan belajar dan bekerja tidak terbuang sia-sia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Reuni Imam dan Biarawan-biarawati Ngalupolo, Pater Markus Tulu, SVD, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persaudaraan dan kepedulian lintas agama. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk menempatkan pendidikan sebagai prioritas, bukan dikalahkan oleh urusan lain seperti belis.

Kampung Ngalupolo yang merupakan salah satu wilayah pelayanan Paroki Wolotopo, di selatan Kota Ende, kini tercatat telah melahirkan 18 imam, 8 suster, 6 frater, 5 postulan, dan 4 bruder. Data itu memperlihatkan bahwa tradisi pendidikan dan pembinaan iman di wilayah tersebut terus tumbuh dan menjadi modal sosial penting bagi masa depan generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....