Uskup Larantuka Soroti Peran Suster DST di Tengah Konflik Adonara
- 08 Jul 2026 17:42 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, mengapresiasi kesetiaan Kongregasi Murid-Murid Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus (DST) yang tetap menjalankan pelayanan di Adonara meski wilayah tersebut beberapa kali dilanda konflik antarkampung akibat sengketa tanah.
Pernyataan itu disampaikan dalam Perayaan Ekaristi Syukur 25 Tahun Kongregasi DST berkarya di Indonesia yang berlangsung di Biara DST Waiwerang, Dekenat Adonara, Keuskupan Larantuka, Selasa 7 Juli 2026. Perayaan dipimpin Mgr. Yohanes Hans Monteiro didampingi Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You, serta Uskup Emeritus Keuskupan Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung.
Dalam homilinya, Uskup mengatakan perjalanan 25 tahun Kongregasi DST menjadi bukti penyertaan Tuhan dalam karya pelayanan yang dimulai dari Waiwerang dan kini berkembang ke sejumlah keuskupan di Indonesia.
Namun, menurutnya, kesetiaan kongregasi semakin terlihat ketika para suster tetap melayani masyarakat di tengah konflik antarkampung yang beberapa kali terjadi di Adonara. Konflik tersebut, kata Uskup, tidak hanya merusak hubungan antarwarga, tetapi juga berdampak terhadap kehidupan anak-anak yang tumbuh di tengah situasi tersebut.
"Tanah sering menjadi sumber persoalan dan memecah relasi antarmanusia. Namun Kongregasi DST tetap berdiri teguh di tengah badai konflik. Tuhan membutuhkan rekan kerja-Nya yang menghadirkan belas kasih, bukan kebencian," kata Mgr. Yohanes Hans Monteiro.
Uskup juga mengingatkan para suster agar tetap berpegang pada spiritualitas Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus melalui semangat "jalan kecil", yakni melayani dengan kesederhanaan, kasih, dan ketekunan. Menurutnya, dunia saat ini lebih membutuhkan kesaksian hidup yang menghadirkan perdamaian daripada sekadar kata-kata.
Kongregasi DST memulai karya pelayanannya di Indonesia pada September 2001 setelah diterima oleh Uskup Larantuka saat itu, Mgr. Darius Nggawa, SVD. Komunitas pertama berdiri di Waiwerang, sebelum berkembang ke Keuskupan Maumere, Keuskupan Agung Ende, hingga Keuskupan Jayapura.
Selama 25 tahun, Kongregasi DST menjalankan pelayanan di bidang pendidikan, pastoral, pendampingan umat, serta berbagai karya sosial yang menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
Ketua Panitia, Sr. Benta, DST, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan seperempat abad kongregasi di Indonesia. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para uskup, imam, pemerintah, keluarga, donatur, dan umat yang selama ini mendukung karya pelayanan Kongregasi DST.
Perayaan tersebut turut dihadiri Vikaris Jenderal Keuskupan Larantuka, para imam, pimpinan umum Kongregasi DST dari Italia, pemerintah daerah, keluarga para suster, donatur, serta umat dari berbagai wilayah di Keuskupan Larantuka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....