Paser Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen lewat Pemutakhiran Data

  • 11 Apr 2026 13:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser – Pemerintah Kabupaten Paser memperkuat komitmen menekan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen melalui penguatan sinergi lintas sektor dan pemutakhiran data berbasis By Name By Address (BNBA).

Langkah tersebut ditegaskan Bupati Paser, Fahmi Fadli, saat membuka Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Pendopo Lou Bepekat, Kamis 9 April 2026.

Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya data akurat sebagai fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pengentasan kemiskinan. Menurutnya, DTSEN menjadi instrumen krusial untuk memastikan program pemerintah tepat sasaran.

“Pembangunan yang baik selalu diawali dari data yang baik. Data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi pondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pengambilan kebijakan berbasis bukti,” ujarnya.

Berdasarkan capaian 2025, angka kemiskinan makro di Kabupaten Paser menunjukkan tren penurunan dari 8,63 persen menjadi 8,13 persen. Meski demikian, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam menekan kemiskinan ekstrem yang saat ini berada di angka 0,87 persen.

Bupati menegaskan, validitas data BNBA menjadi kunci agar intervensi program tidak meleset dari sasaran. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses pendataan guna menjaga kepercayaan publik.

Selain itu, ia meminta perangkat daerah terkait untuk melakukan pemutakhiran data secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari camat, lurah, kepala desa, hingga Badan Pusat Statistik sebagai lembaga rujukan data.

Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan integrasi data antarprogram. Hal ini mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga pemberdayaan UMKM yang memiliki peran langsung dalam penanganan kemiskinan.

Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan agar seluruh dinas teknis menggunakan data terbaru sebagai acuan tunggal dalam penyaluran bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, kebijakan yang diambil dapat lebih efektif dan efisien.

Upaya ini diharapkan tidak hanya mampu menurunkan angka kemiskinan ekstrem, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Paser menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem sebagai bagian dari pembangunan inklusif di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....