Kemacetan Ketapang Terurai, Sopir Minta Evaluasi

  • 05 Apr 2026 14:55 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Kemacetan di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Minggu 5 April 2026, terpantau lancar. Arus lalu lintas di jalan nasional Situbondo–Banyuwangi kini kembali normal tanpa aada antrean kendaraan.

Berdasarkan pantauan RRI, kendaraan yang sepakan terakhir sulit melintas, saat ini sudah dapat bergerak leluasa. Volume truk di sejumlah kantong parkir juga mulai berkurang seiring lancarnya arus penyeberangan.

Ketua Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI), Slamet Barokah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat yang terlibat dalam penanganan kemacetan selama sepekan terakhir. Menurutnya, para sopir truk menjadi pihak yang paling terdampak saat antrean kendaraan sempat mencapai belasan kilometer.

“Kami sudah memastikan bahwa antrean kemacetan yang terjadi benar-benar sudah clear dan terurai. Sopir truk logistik kini sudah kembali nyaman,” ujar Slamet, Minggu 5 April 2026.

Meski demikian, Slamet meminta pemerintah pusat untuk melakukan pembenahan sarana dan prasarana di Pelabuhan Ketapang. Hal ini dinilai penting agar kemacetan serupa tidak kembali terjadi pada momen lonjakan kendaraan.

“Kami berharap negara hadir untuk membenahi ini, karena menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tutur Slamet.

Pengurus ASLI, Farid Hidayat, menambahkan kemacetan dipicu tingginya volume kendaraan menuju Bali, terutama truk logistik, yang tidak sebanding dengan kapasitas fasilitas penyeberangan.

“Yang kami harapkan, pemerintah bisa hadir menyelesaikan persoalan ini. Jika tidak dievaluasi, ke depan bisa lebih parah,” ujar Farid.

Sementara itu, di sejumlah kantong parkir, petugas kepolisian tetap bersiaga untuk memastikan arus kendaraan menuju pelabuhan berjalan lancar. Petugas juga membagikan makanan dan minuman kepada sopir sebagai bentuk pelayanan di tengah antrean yang sempat terjadi.

Kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang sebelumnya berlangsung sejak Sabtu, 28 Maret 2026, dengan antrean kendaraan sempat mencapai sekitar 15 kilometer. Kondisi tersebut kini berangsur normal seiring pengaturan lalu lintas dan optimalisasi penyeberangan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....