Antisipasi El Nino, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Siapkan Strategi Cadangan

  • 05 Apr 2026 15:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung (PDAM) mulai mematangkan langkah strategis guna menghadapi ancaman siklus El Nino yang diprediksi akan berdampak pada penurunan curah hujan hingga 40 persen di wilayah Kalimantan Timur.

Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung, Yudi Saharuddin, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), fenomena El Nino berpotensi memangkas kapasitas produksi air bersih kota hingga tersisa 75 persen dari kondisi normal.

"Jika El Nino melanda, kemampuan produksi kami diprediksi turun ke angka 75 persen. Artinya, kami harus bergerak cepat mencari sumber air baku tambahan sebesar 25 persen untuk menutupi defisit tersebut," ujar Yudi kepada RRI Sabtu, 4 April 2026.

Sebagai langkah konkret, pihak PDAM akan memanfaatkan tiga Bendali (Bendungan Pengendali Banjir) dan satu Bendung Wain yang saat ini berada di bawah naungan kementerian terkait. Guna mengolah air dari sumber alternatif tersebut, PDAM berencana menyiagakan instalasi pengolahan air (IPA) portabel atau "IPA Mini".

"Kami sedang menyiapkan skema distribusi melalui armada tangki serta pemanfaatan kantong-kantong air di pemukiman. Koordinasi dengan para Camat juga terus diperkuat untuk memetakan titik-titik krusial kekurangan stok air," ubgkapnya.

Meski ancaman kekeringan membayangi, Yudi memastikan bahwa ketahanan air di waduk tadah hujan milik Balikpapan masih dalam kategori aman hingga akhir tahun 2026, dengan catatan efisiensi produksi dilakukan secara disiplin di angka 75 persen dan fenomena El Nino tidak terjadi secara ekstrem dan berkepanjangan.

Selain fokus pada ketersediaan air baku, PDAM juga terus melakukan peremajaan pipa distribusi secara mandiri untuk menekan kebocoran. Proyek penggantian pipa di kawasan Kilo 5, Kilo 6, MT Haryono, hingga relokasi pipa di wilayah Kampung Baru ditargetkan rampung pada tahun 2026.

Pihak PDAM mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah preventif dengan menampung air di luar jam beban puncak. Hal ini diperlukan karena penggunaan air secara bersamaan seringkali mengakibatkan tekanan air ke pelanggan menurun drastis.

"Kami meminta bantuan masyarakat untuk lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air. Segala upaya, termasuk saran BMKG untuk menampung air hujan, merupakan langkah positif yang kami dukung sepenuhnya demi menjaga stabilitas pasokan air di Kota Beriman," katanya menutup perbincangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....