Pengawasan Anak di Internet Terkendala Literasi Digital Orang Tua

  • 30 Mar 2026 10:42 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Implementasi kebijakan perlindungan di ruang digital menghadapi berbagai tantangan di tingkat daerah. Salah satu kendala utama adalah perbedaan pemahaman antara generasi muda dan orang tua.

Kabid Penyelenggara Pemerintah Berbasis Elektronik Diskominfo Sanggau Firman Firdal menyebut tantangan tersebut menjadi perhatian serius. Kondisi ini mempengaruhi efektivitas pengawasan penggunaan teknologi oleh anak.

“Kesenjangan pengetahuan antara anak dan orang tua menjadi tantangan utama dalam penerapan kebijakan ini. Anak-anak cenderung lebih memahami teknologi, sehingga pengawasan perlu diperkuat melalui edukasi,” ungkap Firman dalam program RRI Sanggau Menyapa, Senin 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa anak-anak kerap menemukan cara untuk mengakses aplikasi yang tidak sesuai usia. Hal ini menunjukkan pentingnya sistem keamanan yang lebih canggih dari penyedia aplikasi.

“Selain itu, perilaku manipulasi data seperti usia saat registrasi juga menjadi tantangan yang harus diantisipasi. Oleh karena itu, diperlukan fitur yang mampu mengidentifikasi pengguna secara lebih akurat,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap literasi digital juga menjadi kendala. Banyak orang tua yang belum memahami cara melindungi anak di dunia digital.

“Upaya peningkatan literasi digital terus dilakukan agar masyarakat lebih siap menghadapi perkembangan teknologi. Edukasi ini menjadi fondasi penting dalam implementasi kebijakan,” ujarnya.

Untuk pengawasan kata Firman, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Dengan kerja sama yang baik, berbagai tantangan dapat diatasi secara bertahap. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak,” katanya.

Firman berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya perlindungan digital. Kesadaran kolektif dinilai menjadi faktor utama keberhasilan kebijakan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....