Strategi dan Tantangan Pengembangan Wisata Semana Santa Tahun ini

  • 28 Mar 2026 15:22 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka — Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata terus mematangkan berbagai persiapan dalam mendukung pengembangan wisata religi Semana Santa tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kabid Produk Pengembangan Wisata, Dona F. Martina DVG, SE., M. Par saat diwawancarai RRI Ende pada Hari Jumad, 27 Maret 2026 .

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan kegiatan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak gereja dan bidang- bidang yang berada di dalam panitia pemerintah daerah yaitu panitia pelaksana kegiatan perayaan Semana Santa 2026 . Koordinasi tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan teknis, terutama dalam mendukung kelancaran pelaksanaan rangkaian Semana Santa.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga melakukan rapat bersama pengelola homestay dan pemilik penginapan untuk memastikan ketersediaan akomodasi bagi para peziarah. Menurutnya, alternatif penginapan seperti homestay menjadi solusi bagi wisatawan dengan tarif yang lebih terjangkau, tergantung pada fasilitas yang disediakan.

Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor juga dilakukan, seperti dengan bidang penerangan jalan dan penyediaan air bersih. Hal ini bertujuan untuk memastikan fasilitas umum bagi para pengunjung dapat terpenuhi dengan baik selama kegiatan berlangsung.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa biasanya pemerintah daerah juga menyelenggarakan festival budaya untuk melengkapi daya tarik wisata. Namun, tahun ini kegiatan tersebut belum dapat dilaksanakan akibat efisiensi anggaran.

Meski demikian, wisatawan tetap dapat mengunjungi berbagai destinasi seperti Pantai Asam Satu, pemandian air panas (Wai Platin) serta kawasan Adonara dan Solor, ujarnya. Ia juga menyoroti tantangan utama yang dihadapi tahun ini, yakni keterbatasan jumlah kamar penginapan di Larantuka. Lonjakan pengunjung yang datang secara bersamaan membuat kapasitas akomodasi menjadi terbatas.

Sebagai solusi, pihaknya mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi dengan membuka rumah sebagai tempat menginap bagi wisatawan. Bahkan, terdapat warga yang secara sukarela menyediakan kamar secara gratis dengan tetap menghormati tradisi yang berlangsung.

Lebih jauh, ia berharap keterlibatan pihak swasta dapat semakin ditingkatkan dalam mendukung pengembangan pariwisata, khususnya dalam penyediaan fasilitas akomodasi yang memadai. Menurutnya peluang investasi di sektor pariwisata masih sangat terbuka, terutama untuk pembangunan hotel dan homestay guna menunjang kebutuhan wisatawan yang terus meningkat setiap tahunnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....