Buleleng Perkuat Ketahanan Pangan lewat Program Pertanian Terpadu

  • 06 Mar 2026 07:14 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) terus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui program pertanian terpadu yang menyasar peningkatan produksi, produktivitas, serta kesejahteraan petani dan nelayan.

Upaya ini dilakukan dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki Buleleng, mulai dari lahan sawah, tegalan (abian), hingga potensi perikanan dengan garis pantai yang panjang. Program tersebut juga menjadi bagian dari transformasi ekonomi daerah yang lebih produktif, inovatif, dan inklusif.

Sekretaris Distankan Buleleng, drh. Ni Luh Prima Diantari Wati, mengatakan sektor pertanian saat ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti degradasi lahan, lemahnya daya saing produk, serta rendahnya produktivitas dan produksi.

“Pendataan lahan menjadi fondasi kebijakan dalam mendorong peningkatan luas tambah tanam komoditas pangan pokok di Kabupaten Buleleng,” ujarnya saat memimpin Forum Perangkat Daerah di ruang Kepala Distankan Buleleng, Rabu 4 Maret 2026.

Selain itu, transformasi kelembagaan juga diiringi sejumlah perubahan regulasi nasional, di antaranya pengalihan penyuluh pertanian ke Kementerian Pertanian melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025, pengelolaan sumber daya air dan irigasi ke Kementerian PUPR melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025, serta penataan pupuk bersubsidi melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025.

“Saat ini pupuk bersubsidi difokuskan pada sembilan komoditas strategis penyumbang inflasi, seperti padi, jagung, kedelai, ubi kayu, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, dan kakao,” ucapnya.

Pada Tahun Anggaran 2026, Distankan Buleleng juga akan menyalurkan 20 paket bantuan untuk 18 desa. Bantuan tersebut meliputi bibit tanaman pangan, program sekolah sehat untuk 10 sekolah dasar di lokasi stunting, serta edukasi pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) bagi kader Posyandu di sembilan kecamatan.

Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan dukungan bagi sektor perikanan melalui bantuan sarana seperti mesin tempel, genset, mesin jukung, serta bantuan bagi kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan.

Ke depan, Distankan Buleleng juga merencanakan pelaksanaan 13 program dengan 23 kegiatan dan 53 subkegiatan pada tahun 2027. Pemerintah daerah juga masih membuka kesempatan bagi desa yang belum melengkapi proposal untuk melakukan perbaikan administrasi.

“Dengan integrasi kelembagaan, penguatan data, dan sinergi lintas sektor, kami optimistis peningkatan produksi dapat tercapai sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani serta nelayan di Buleleng,” ujarnya mengakhiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....