Mitigasi Bencana Penting Diajarkan sejak Usia Sekolah

  • 25 Feb 2026 21:18 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Pendidikan mitigasi bencana sejak dini dinilai strategis untuk membangun kesiapsiagaan generasi muda di wilayah rawan bencana. Hal ini disampaikan Guru IPA SMPK St Ursula Ende, Dionisia R. Ladika, dalam program OBRAS (Obrolan SPADA) RRI Pro 2, Rabu 25 Februari 2026.

Ia mengungkapkan posisi Indonesia di kawasan Ring of Fire membuat masyarakat berhadapan dengan ancaman gempa bumi, letusan gunung api, serta bencana hidrometeorologi. Kondisi geografis tersebut menuntut pemahaman kesiapsiagaan yang berkelanjutan.

Menurut Dionisia, materi mitigasi telah terintegrasi dalam pembelajaran sekolah melalui IPA, IPS, maupun praktik simulasi. Siswa diperkenalkan langkah keselamatan sederhana sesuai situasi bencana yang mungkin terjadi.

“Mitigasi bukan mencegah bencana, tetapi mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan,” katanya. Edukasi tersebut membantu siswa bertindak tepat tanpa kepanikan saat menghadapi kondisi darurat.

Ia mencontohkan saat gempa siswa diajarkan berlindung di bawah meja kokoh, menghindari kepanikan, serta mengenali jalur evakuasi. Pengetahuan praktis ini diharapkan menjadi kebiasaan yang terbawa hingga lingkungan keluarga.

Selain peran sekolah, Dionisia menilai dukungan pemerintah penting melalui penyediaan jalur evakuasi dan pembangunan hunian tahan gempa di daerah rawan. Infrastruktur yang memadai menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.

Dionisia berharap generasi muda mampu menjadi agen edukasi di masyarakat dengan menyebarkan informasi kesiapsiagaan. Dengan kolaborasi pendidikan dan kebijakan, ketahanan masyarakat terhadap bencana diharapkan semakin kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....