Belanja Beras Murah Bonus Minyak di Padang

  • 23 Feb 2026 16:32 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Selain layanan penukaran uang tunai, melalui mobil kas keliling Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar), masyarakat juga bisa berbelanja beras murah disertai bonus minyak goreng. Hal tersebut disampaikan Kepala Perum Bulog Wilayah Sumbar, R. Darma Wijaya saat meninjau langsung gerai Program tukar uang dapat beras murah di Pasar Raya Kota Padang, Senin, 23 Februari 2026.

Darma menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara BI Perwakilan Sumbar dan Perum Bulog Sumbar dengan harapan masyarakat tidak hanya menukarkan uang laik edar, namun juga memperoleh kesempatan membeli beras premium dengan harga jauh di bawah pasaran.

“Pasca bencana harga naik, terutama beras, sehingga kombinasi kegiatan ini memberikan voucer senilai Rp25 ribu yang bisa digunakan masyarakat untuk membeli beras,” katanya.

Darma mengatakan, ada dua jenis beras yang disediakan Bulog, yakni Beras Suntiang (pera) yang menjadi favorit masyarakat Sumbar, serta beras Setra Ramos (pulen) dengan berat masing-masing 5 kilogram dengan jumlah 500 kantong.

“Untuk harga normal beras ukuran 5 kg seharga Rp77 ribu, dengan adanya voucer Rp25 ribu, masyarakat bisa membeli beras dengan harga Rp52 ribu," ujanya. "Selain itu juga masyarakat bisa mendapat sembako, seperti Minyakita ukuran 1 liter dan sembako jika membeli beras bulog menggunakan QRIS."

Darma menambahkan, khusus di Pasar Raya Kota Padang kegiatan tersebut berlangsung hingga 27 Februari 2026, kemudian di Pasar Bawah Kota Bukittinggi selama tiga hari yang dimulai 24 Februari 2026.

“Selain di pasar tradisional, penjualan beras Bulog juga bisa ditemui di Gerakan Pasar Murah (GPM) serentak di 104 kelurahan di Kota Padang yang bekolaborasi dengan Dinas Pangan setempat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Afiadi menyebut, kegiatan GPM tersebut untuk memastikan harga kebutuhan pangan pokok tetap stabil selama Ramadan.

“Harga kebutuhan pangan seperti beras kualitas premium, seperti Beras Solok harga jualnya kan relatif lebih mahal, sementara permintaannya cukup tinggi," ujarnya. "Maka dari itu Bulog menyediakan tidak hanya beras juga minyak goreng, kemudian dari Bank Indonesia juga menyediakan komoditas lainnya, seperti cabai dan bawang merah."

Alfiadi menjelaskan, hingga kini ketersediaan dan harga beras di Kota Padang masih bagus, baik selama Ramadan maupun Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Namun, tingginya harga jual beras premium seperti beras Solok membuat sebagian kantong masyarakat menjerit.

“Nanti yang dijual di sentra GPM kelurahan itu beras pemerintah, SPHP itu stoknya berlimpah dan kami masih punya cadangan. Jadi nanti direncanakan pada tanggal 27 Februari sudah dimulai, namun bagi kelurahan yang bisa dulu, bisa langsung dimulai,” kata Alfiadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....