Waspada Pasang Laut 2,8 Meter Pesisir Kaltim
- 22 Feb 2026 10:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan memprakirakan wilayah perairan Kalimantan Timur akan mengalami pasang laut dengan ketinggian hingga 2,8 meter pada periode 21–28 Februari 2026. Masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang dapat ditimbulkan, terutama banjir rob dan gangguan aktivitas pelabuhan.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, mengatakan fenomena pasang laut berpotensi menghambat berbagai aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah pesisir Kalimantan Timur.
“Pasang laut dapat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan bongkar muat di pelabuhan, serta berpotensi menyebabkan genangan atau banjir rob di kawasan pesisir. Karena itu, langkah antisipasi sangat diperlukan,” ujar Carolina di Balikpapan, Minggu 22 Februari 2026.
Ia menjelaskan, selain berdampak pada aktivitas pelabuhan dan transportasi laut, pasang laut juga berisiko menggenangi permukiman warga yang berada di dataran rendah dekat pantai. Kondisi ini dinilai dapat membahayakan keselamatan, terutama anak-anak yang bermain di sekitar pesisir saat air laut mengalami kenaikan signifikan.
Berdasarkan prakiraan BMKG, di perairan Balikpapan pasang tertinggi diprediksi terjadi pada 22 Februari 2026 dengan ketinggian mencapai 2,7 meter pada pukul 09.00 WITA. Sementara itu, surut terendah diperkirakan setinggi 0,2 meter pada 22 Februari 2026 pukul 02.00 WITA.
Peringatan dini juga disampaikan bagi masyarakat di Teluk Sangkulirang. Di kawasan ini, pasang tertinggi diprakirakan terjadi pada 22 Februari 2026 dengan ketinggian 2,7 meter pada pukul 09.00 WITA, sedangkan surut terendah diperkirakan 0,1 meter pada 21 Februari 2026 pukul 02.00 WITA.
Selanjutnya, di Muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi), pasang tertinggi diprediksi terjadi pada 21 Februari 2026 dengan ketinggian 2,6 meter pada pukul 09.00 WITA dan surut terendah 0,2 meter pada hari yang sama pukul 02.00 WITA. Adapun di Muara Sungai Berau, pasang tertinggi diprakirakan terjadi pada 21 Februari 2026 dengan ketinggian mencapai 2,8 meter pada pukul 11.00 WITA, serta surut terendah 0,1 meter pada 21 Februari 2026 pukul 17.00 WITA.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta pelaku usaha jasa transportasi laut untuk terus memantau informasi cuaca dan pasang surut melalui kanal resmi BMKG. Pemerintah daerah juga diharapkan melakukan langkah mitigasi guna meminimalkan risiko genangan dan kerugian ekonomi selama periode pasang maksimum tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....