Empat Hotspot Kembali Terdeteksi di Kabupaten Sanggau

  • 04 Feb 2026 16:02 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Kepolisian Resor Sanggau kembali mendapati empat sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Kabupaten Sanggau. AKP PSC. Kusuma Wibawa, Kabagops Polres Sanggau menerangkan, jajaran kepolisian bergerak cepat melakukan pengecekan dan verifikasi lapangan guna memastikan kondisi tetap terkendali serta mencegah potensi kebakaran meluas.

“Kami menindaklanjuti setiap informasi hotspot dengan turun langsung ke lapangan. Tujuannya bukan hanya memastikan kondisi aman, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar pembukaan lahan dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan dampak lingkungan,” kata AKP PSC. Kusuma di Mapolres Sanggau, Rabu 4 Januari 2026.

Ia menerangkan, aplikasi Sipongi mencatat empat hotspot berstatus medium di wilayah hukum Polsek Tayan Hilir dan Polsek Mukok. Berdasarkan verifikasi lapangan, di wilayah Polsek Tayan Hilir ditemukan tiga titik yang berada di Dusun Embaloh dan Dusun Sejotang.

“Hasil pengecekan, titik pertama di Dusun Embaloh seluas sekitar 0,7 hektare. Titik kedua tidak jauh dari lokasi pertama seluas 0,4 hektare, dan titik ketiga di Dusun Sejotang dengan luasan 0,3 hektare,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan di Desa Semuntai terdapat satu hotspot dengan luasan sekitar 0,3 hektare. Personel kepolisian di masing-masing lokasi memastikan pembakaran dilakukan secara terbatas dan diawasi agar tidak merambat ke area lain.

“Selama proses pengecekan, situasi di seluruh lokasi terpantau kondusif dan terkendali. Tidak ditemukan indikasi kebakaran besar maupun api yang berpotensi meluas ke kawasan hutan,” ungkapnya.

AKP PSC. Kusuma mengimbau masyarakat mematuhi peraturan saat membuka lahan serta melibatkan pihak berwenang agar pengawasan berjalan optimal. “Aturan memperbolehkan pembakaran maksimal dua hektare per kepala keluarga dengan pengawasan teknis. Namun kami tetap mengingatkan masyarakat agar selalu berkoordinasi dengan petugas atau kelompok pengendali kebakaran sebelum membuka lahan,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....