Kesejahteraan Petani Kaltim Membaik, NTP Tembus 149,14
- 03 Feb 2026 16:25 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat Nilai Tukar Petani atau NTP pada Januari 2026 sebesar 149,14. Angka ini mengalami kenaikan 0,85 persen dibandingkan dengan posisi Desember 2025.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kaltim, Ariyanti Cahyaningsih, menjelaskan peningkatan NTP tersebut mencerminkan membaiknya daya beli petani di Kalimantan Timur. Kenaikan ini menunjukkan bahwa harga hasil produksi pertanian relatif lebih menguntungkan dibandingkan dengan pengeluaran petani.
“Kenaikan NTP disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani meningkat sebesar 0,85 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani hanya mengalami kenaikan sebesar 0,01 persen,” kata Ariyanti saat rilis resmi BPS Kaltim pada Senin, 2 Februari 2026.
Jika ditinjau berdasarkan subsektor, tanaman pangan mencatat kenaikan NTP sebesar 0,80 persen. Kenaikan juga terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang meningkat sebesar 1,34 persen.
Subsektor peternakan turut mengalami peningkatan dengan kenaikan NTP sebesar 0,38 persen. Selain itu, subsektor perikanan juga mencatat kinerja positif dengan peningkatan NTP sebesar 2,17 persen.
Namun demikian, subsektor hortikultura menjadi satu-satunya subsektor yang mengalami penurunan NTP. Penurunan sebesar 3,18 persen ini sejalan dengan turunnya harga komoditas hortikultura akibat melimpahnya pasokan di pasaran.
Selain Nilai Tukar Petani, BPS Kalimantan Timur juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian atau NTUP pada Januari 2026 sebesar 155,00. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,69 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kenaikan NTUP terjadi karena indeks harga yang diterima petani meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan biaya produksi dan penambahan barang modal,” ujar Ariyanti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....