DPKH Kaltim Lakukan Monitoring Pengembangan Usaha Madu Kelulut di Mugirejo

  • 12 Jun 2026 16:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kota Samarinda bersama tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja sekaligus peninjauan ke Kelompok Tani Usaha Bersama di Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Samarinda Utara, Rabu 10 Juni 2026. Kegiatan ini berfokus pada bantuan pengembangan usaha madu kelulut atau lebah tanpa sengat yang diberikan kepada kelompok tani tersebut.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan program bantuan tepat sasaran, khususnya bagi kelompok masyarakat yang masuk kategori kurang sejahtera. Bantuan yang disalurkan berupa stup atau kotak budidaya lebah kelulut yang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi petani.

Perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Siti Awliya Rahmi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, tetapi juga mencakup monitoring dan evaluasi pemanfaatan bantuan di lapangan. Menurutnya, keberlanjutan program sangat bergantung pada perkembangan usaha yang dijalankan oleh kelompok penerima.

“Dalam kunjungan ini kami memberikan bantuan kepada Kelompok Tani yang ditujukan kepada keluarga miskin atau non-sejahtera. Kami juga melakukan monitoring evaluasi pemanfaatan stup yang telah diberikan sebelumnya,” ujar Siti Awliya Rahmi.

Ia menambahkan, pihaknya ingin memastikan bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani. Jika usaha madu kelulut ini berhasil berkembang, maka ke depan program serupa berpotensi untuk diperluas ke kelompok lain di wilayah Kalimantan Timur.

“Harapan kami, usaha ini dapat berkembang dengan baik. Jika hasilnya positif, tentu akan kami dorong agar bantuan serupa bisa lebih banyak lagi diberikan karena dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga petani,” ucapnya.

Sementara itu, PPL Kota Samarinda, Ratna Diana yang turut mendampingi kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan kepada kelompok tani penerima bantuan. Menurutnya, keberhasilan budidaya madu kelulut tidak hanya bergantung pada bantuan awal, tetapi juga pada konsistensi perawatan dan pengelolaan usaha.

Kelompok Tani Usaha Bersama menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan usaha madu kelulut sebagai salah satu sumber pendapatan alternatif. Mereka berharap adanya pendampingan teknis lanjutan agar produksi dapat meningkat secara bertahap.

Pemerintah daerah melalui DPKH Kaltim bersama PPL Kota Samarinda menegaskan akan terus melakukan pemantauan serta pendampingan terhadap perkembangan usaha kelompok tani tersebut. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan kelompok tani, program budidaya madu kelulut di Mugirejo diharapkan tidak hanya menjadi proyek bantuan, tetapi juga mampu berkembang menjadi usaha produktif yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Samarinda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....