Pemprov Kaltim Siapkan Strategi Hadapi Musim Kering dan Ancaman El Nino

  • 13 Jun 2026 10:36 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kering yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat tetap aman di tengah potensi perubahan cuaca ekstrem.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, Indonesia mulai memasuki fase musim kering setelah sebelumnya dipengaruhi fenomena La Nina. Namun demikian, kondisi cuaca di Kalimantan Timur masih relatif kondusif karena sejumlah wilayah masih mengalami hujan dengan intensitas yang cukup baik.

Menurut Fahmi, kondisi tersebut menjadi peluang bagi petani untuk tetap melanjutkan aktivitas tanam. "Pemerintah mengimbau para petani agar memanfaatkan curah hujan yang masih tersedia dengan melakukan berbagai langkah antisipasi, seperti membangun dan menyiapkan cadangan air untuk menghadapi kemungkinan berkurangnya hujan pada beberapa bulan mendatang," katanya pada Kamis 11 Juni 2026.

Selain itu, DPTPH Kaltim bersama pemerintah pusat terus memperkuat koordinasi guna mempercepat penyaluran bantuan sarana dan prasarana pertanian. Bantuan tersebut antara lain berupa fasilitas perpompaan dan perpipaan yang diharapkan dapat membantu petani memenuhi kebutuhan air ketika memasuki musim kemarau.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar bantuan perpompaan dan perpipaan bisa lebih cepat disalurkan kepada petani sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kering,” ujar Fahmi.

Fahmi menjelaskan, kesiapan infrastruktur sumber daya air menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Di tengah perubahan iklim yang semakin dinamis, keberadaan sarana pendukung irigasi dinilai mampu membantu petani mempertahankan hasil produksi sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air.

Pemerintah daerah juga terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani melalui berbagai program penguatan kapasitas dan mitigasi perubahan iklim. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan petani dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Melalui berbagai upaya mitigasi yang dilakukan sejak dini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimistis pasokan pangan daerah dapat tetap terjaga sepanjang tahun. Dengan demikian, risiko penurunan produksi akibat musim kemarau maupun cuaca ekstrem dapat diminimalkan sehingga ketahanan pangan daerah tetap terpelihara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....