Adiksi Ancam SDM, Kaltim Perkuat Pemulihan

  • 26 Jan 2026 11:01 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan penanganan adiksi sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Isu ini mengemuka dalam Training Motivational Interviewing (MI) dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) untuk Profesional Adiksi yang digelar di Samarinda, Senin 26 Januari 2026.

Sikap tersebut disampaikan melalui sambutan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin.

Dalam sambutannya, Wagub menilai adiksi, baik narkotika maupun perilaku adiktif lainnya, menjadi ancaman serius terhadap kualitas generasi muda dan ketahanan keluarga.

“Masalah adiksi berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, ketahanan keluarga, serta masa depan generasi muda,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin. (Foto: RRI/Niswar)

Menurutnya, penanganan adiksi tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus profesional, terstruktur, dan berbasis pendekatan ilmiah yang berorientasi pada pemulihan. Pendekatan MI dan CBT dinilai relevan karena menempatkan klien sebagai subjek perubahan dengan pendekatan empatik dan humanis.

Baca juga: Konselor Pemulihan Kaltim Gelar Pelatihan Konselor Adiksi

Wagub Kaltim menekankan, profesional adiksi memiliki peran strategis sebagai pendamping dan fasilitator perubahan, sekaligus penguat harapan bagi individu dan keluarga yang berjuang keluar dari jerat adiksi. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas melalui pelatihan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjutnya, memandang pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas mental, kesehatan, dan ketahanan sosial masyarakat.

Sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, lembaga internasional, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat sistem layanan pemulihan adiksi.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan praktis, memperluas jejaring kolaborasi, serta memberikan layanan pemulihan adiksi yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....