Konselor Pemulihan Kaltim Gelar Pelatihan Konselor Adiksi
- 26 Jan 2026 10:42 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Provinsi Kalimantan Timur menggelar pelatihan peningkatan kapasitas konselor adiksi di Kota Samarinda, Senin (26/1/2026).
Pelatihan bertajuk Training on Treatnet Motivation Interviewing and Cognitive Behavioral Therapy ini dilaksanakan selama lima hari, mulai 26 hingga 30 Januari 2026, bertempat di KALIMAYA 4th Floor, salah satu hotel di Jalan Lambung Mangkurat, Kota Samarinda.
Pembina IKAI Kaltim, Rabin Subhanta ICAP I, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang rehabilitasi adiksi narkotika yang hingga kini masih sangat terbatas di Kalimantan Timur.
“Kalau tidak ada SDM yang berkualitas dan kompeten, maka program rehabilitasi dan penanganan penyalahgunaan NAPZA juga tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, jumlah penyalahguna narkotika di Kalimantan Timur diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang, sementara kapasitas rehabilitasi yang tersedia masih sangat terbatas. “Kapasitas balai rehabilitasi tidak akan pernah cukup, sementara konselor juga masih sangat sedikit,” ucapnya.

Pembina IKAI Kaltim, Rabin Subhanta ICAP I. (Foto: RRI/Niswar Alveric)
Rabin menambahkan, pelatihan ini diselenggarakan secara mandiri oleh para konselor adiksi tanpa dukungan anggaran pemerintah. “Kegiatan ini murni perjuangan teman-teman konselor. Tidak dibantu pemerintah atau instansi, tapi didukung oleh rekan-rekan yang memiliki kepedulian yang sama,” katanya.
Menurutnya, pengabdian di bidang adiksi bukanlah pekerjaan yang menjanjikan keuntungan materi.
“Kalau bekerja di bidang adiksi, kita memang tidak akan kaya secara materi, tapi kita akan kaya dengan amal dan ibadah,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari United Nations on Drugs and Crime (UNODC) sebagai bentuk kolaborasi internasional dalam peningkatan kapasitas konselor di daerah. Rabin berharap kehadiran UNODC dapat membawa pengetahuan dan pendekatan penanganan adiksi berbasis standar internasional.
“Dengan SDM yang berkualitas, kami optimistis program rehabilitasi dan penanganan penyalahgunaan narkotika di Kalimantan Timur akan semakin baik,” katanya.
IKAI Kaltim berharap pelatihan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta sebagai bekal dalam memberikan layanan rehabilitasi yang profesional dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....