Peran Vital IRT dalam Revolusi Sampah Berbasis Sumber
- 23 Jan 2026 21:36 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Ibu Rumah Tangga (IRT) kerap ditempatkan sebagai objek dalam kebijakan pengelolaan sampah. Mereka diminta memilah, namun sering kali dilepaskan tanpa bekal edukasi yang tuntas mengenai hilirisasi sampah tersebut. Padahal, di tangan IRT, revolusi pengelolaan sampah berbasis sumber bukan hanya soal kebersihan, melainkan fondasi ekonomi sirkular.
Akademisi Prodi Agroteknologi, FPST-Unwar Dr. I Nengah Muliarta, S.Si., M.Si., Jumat, 23 Januari 2026 menekankan bahwa peran perempuan, khususnya IRT, adalah kunci vital dalam memutus rantai beban sampah yang selama ini menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Peran ibu-ibu bukan sekadar memisahkan sampah organik dan anorganik. Itu baru langkah awal. Revolusi yang sebenarnya adalah bagaimana memastikan sampah tersebut selesai di dapur atau halaman rumah,” ujar Muliarta.
Muliarta memberikan evaluasi kritis terhadap pola sosialisasi pengelolaan sampah selama ini. Menurutnya, pemerintah atau lembaga terkait sering kali hanya berhenti pada imbauan "pilah sampah dari sumber", tanpa memberikan panduan teknis yang aplikatif tentang bagaimana mengolahnya menjadi produk bernilai.
"Selama ini IRT hanya diminta memilah, tapi tidak diberi tahu setelah dipilah mau jadi apa dan bagaimana caranya. Akibatnya, semangat memilah itu luntur karena pada akhirnya sampah yang sudah dipilah kembali tercampur di truk pengangkut," ucapnya menambahkan.
Tanpa edukasi mengenai teknik pengolahan yang praktis, konsep pengelolaan sampah berbasis sumber hanya akan menjadi slogan tanpa implementasi yang berkelanjutan. Muliarta mendorong IRT untuk melihat sampah organik bukan sebagai limbah, melainkan aset. Jika selama ini sampah rumah tangga identik dengan pembuatan kompos, kini saatnya beralih ke diversifikasi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....