Dishub Bandung Perkuat Penerangan Jalan dan Ribuan Diperbaiki

  • 20 Jan 2026 14:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung terus memperkuat sistem penerangan jalan umum (PJU) sebagai upaya meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya pada malam hari. Sepanjang tahun 2025, ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki maupun dibangun di berbagai wilayah Kota Bandung.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi, mengatakan perbaikan PJU dilakukan secara berkelanjutan dengan sistem kerja selama 24 jam. Dishub membagi personel ke dalam beberapa regu piket yang bertugas sejak pagi, siang, hingga malam hari, serta menyiagakan petugas di kantor untuk menangani gangguan yang bersifat darurat.

“Kalau untuk perbaikan jumlahnya ribuan. Tim kami bergerak 24 jam, ada piket pagi, siang, malam, dan kami standby apabila ada gangguan yang sifatnya mendesak,” ujar Panji, Selasa 20 Januari 2026.

Selain perbaikan, Dishub Kota Bandung juga mencatat pembangunan PJU dan PJL baru sepanjang 2025. Berdasarkan data, pembangunan PJU melalui usulan reses DPRD Kota Bandung mencapai 88 tiang dengan 742 titik PJL. Sementara melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), dibangun 413 tiang PJU dengan 3.364 titik PJL.

“Secara keseluruhan, total pembangunan PJU sepanjang 2025 mencapai 501 tiang dengan 4.106 titik PJL,” katanya.

Baca juga:Emisi Dihasilkan Pengoperasian Insinerator Sejumlah Titik

Ia menuturkan, mayoritas pembangunan PJU yang berasal dari usulan reses DPRD dan Musrenbang difokuskan pada jalan-jalan lokal serta kawasan permukiman warga. Hal tersebut didasarkan pada aspirasi masyarakat yang menilai penerangan di lingkungan tempat tinggal sebagai kebutuhan paling mendesak.

“Warga biasanya mengusulkan PJU di sekitar domisilinya, di jalan-jalan lokal. Karena itu, sebagian besar usulan reses dan Musrenbang memang berada di wilayah permukiman,” katanya.

Di luar usulan masyarakat, Dishub juga menginisiasi pembangunan PJU di sejumlah ruas jalan strategis yang dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi serta aktivitas ekonomi malam hari. Beberapa di antaranya yakni Jalan Ciliwung di belakang Gedung Sate, kawasan Rajawali Timur, serta sepanjang Jalan Sukabumi dari Simpang Jalan Jakarta hingga Simpang Laswi.

Di kawasan Rajawali Timur, Dishub membangun sekitar 20 tiang PJU yang tersebar di tiga titik. Kawasan tersebut dikenal sebagai pusat perdagangan tradisional yang aktivitasnya berlangsung sejak tengah malam hingga subuh. Sementara di Jalan Ciliwung, Dishub membangun PJU cabang dua di median jalan Taman Sepanjang Ciliwung untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kuliner masyarakat.

Dishub Kota Bandung juga menginisiasi Program Penerangan Jalan Gang (PJG) sebagai solusi penerangan di kawasan permukiman padat dengan gang sempit. Sepanjang 2025, program percontohan PJG dilaksanakan di delapan lokasi dengan total 120 tiang, masing-masing lokasi dibangun 15 tiang.

“PJG ini ditujukan untuk gang sempit di bawah dua meter yang tidak bisa dilalui kendaraan. Kalau dipaksakan pakai PJU biasa, penggaliannya sulit dan pencahayaannya juga tidak efektif,” katanya.

Namun demikian, Dishub masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah maraknya pencurian komponen PJU, terutama kabel bawah tanah serta isi box panel yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Panji mencontohkan kasus pencurian kabel PJU yang terjadi di wilayah Babakan Ciparay pada akhir Desember 2025, di mana pelaku berhasil diamankan oleh warga dan diserahkan kepada pihak kepolisian.

Selain pencurian, kendala lain yang kerap ditemui adalah terhalangnya cahaya lampu PJU oleh ranting pohon. Untuk mengatasi hal tersebut, Dishub berkolaborasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) serta BPBD Kota Bandung dalam kegiatan pemangkasan pohon, termasuk di ruas Jalan Suparman.

Memasuki tahun 2026, Dishub Kota Bandung menargetkan pembangunan PJU dan PJL dengan skala yang lebih besar. Melalui usulan reses DPRD, pembangunan PJU ditargetkan sebanyak 262 tiang dengan 915 titik PJL. Sementara melalui Musrenbang, direncanakan pembangunan 536 tiang PJU dengan 2.925 titik PJL.

“Jika digabungkan, total target pembangunan PJU tahun 2026 mencapai 798 tiang dengan 3.840 titik PJL. Angka ini belum termasuk pembangunan PJU dalam program beautifikasi jalan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada 2026 juga akan dilaksanakan program beautifikasi di 18 ruas jalan yang diinisiasi oleh Wali Kota Bandung. Dari jumlah tersebut, sembilan ruas jalan telah memiliki PJU dan hanya membutuhkan pemeliharaan, sementara sembilan ruas lainnya akan dibangun PJU baru.

“Perencanaan pembangunan PJU untuk ruas beautifikasi ditargetkan dimulai pada triwulan pertama 2026, dengan pembangunan fisik pada triwulan kedua. Program ini difokuskan pada jalan arteri dan kolektor yang banyak dilalui warga maupun wisatawan,” jelasnya.

Saat ini, jumlah PJU eksisting di Kota Bandung mencapai sekitar 36 ribu titik, sementara PJL berada di angka 14 ribu titik. Untuk memetakan kebutuhan penerangan jalan secara lebih akurat, Dishub juga berencana melakukan sensus PJU pada awal 2026.

Dishub Kota Bandung turut mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan melaporkan PJU yang mati atau mengalami gangguan melalui layanan pengaduan di nomor 0811-2022-3399.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi warga yang aktif melaporkan gangguan PJU. Laporan masyarakat sangat membantu kami dalam menjaga Kota Bandung tetap terang, aman, dan nyaman,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....