Dishub Bandung Targetkan Pemasangan 798 Tiang PJU pada 2026
- 21 Jul 2026 14:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung terus berupaya meningkatkan penerangan jalan umum (PJU) di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan menyusul masih ditemukannya sejumlah ruas jalan yang minim penerangan akibat kerusakan fasilitas maupun tindak pencurian komponen PJU.
Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan kerusakan PJU disebabkan oleh berbagai faktor. Selain pencurian kabel dan komponen listrik, gangguan juga kerap terjadi akibat cuaca ekstrem, seperti sambaran petir yang menyebabkan sistem kelistrikan tidak berfungsi.
"Seperti jalan nasional di Flyover Kopo, itu sudah hilang kabel-kabelnya makanya mati. Kalau mati, pasti ada komponen yang dicuri. Terus kalau hujan besar terkena petir, otomatis MCB-nya mati," ujar Rasdian, Selasa 21 Juli 2026.
Menurut Rasdian, kondisi tersebut membuat sejumlah ruas jalan di Kota Bandung belum memperoleh penerangan secara optimal. Karena itu, Dishub tidak hanya melakukan perbaikan terhadap PJU yang mengalami kerusakan, tetapi juga menyiapkan pembangunan titik-titik PJU baru di kawasan yang masih minim penerangan.
| Baca juga: Warga Kircon, Tangkap Pria Diduga Curanmor |
Ia menjelaskan, pembangunan PJU baru dilakukan melalui beberapa skema, yakni usulan hasil reses anggota DPRD Kota Bandung, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), serta inisiatif langsung dari Dishub Kota Bandung.
Untuk tahun 2026, melalui program reses DPRD ditargetkan pembangunan sebanyak 262 tiang dengan 915 titik penerangan jalan lingkungan (PJL). Sementara melalui Musrenbang direncanakan pembangunan 536 tiang PJU dengan 2.925 titik PJL.
"Pada 2026, pembangunan PJU melalui reses DPRD ditargetkan mencapai 262 tiang dengan 915 titik penerangan jalan lingkungan (PJL). Sementara melalui Musrenbang, direncanakan pembangunan 536 tiang PJU dengan 2.925 titik PJL," katanya.
Secara keseluruhan, Pemkot Bandung menargetkan pembangunan 798 tiang PJU dengan total 3.840 titik PJL sepanjang tahun 2026. Penambahan tersebut diharapkan mampu mengurangi kawasan gelap, terutama di lokasi yang dinilai rawan tindak kriminalitas.
"Iya bisa saja di titik rawan untuk sebagiannya seperti di daerah Panyileukan, Gedebage dan yang masuk ke jalan-jalan perumahan. Nah itu berapa PJU dipasang sama kita karena inisiasi Dishub," ucapnya.
Rasdian menambahkan, percepatan pemasangan PJU perlu dilakukan agar keluhan masyarakat terkait jalan gelap dapat segera ditindaklanjuti. Meski demikian, pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan status kewenangan jalan sehingga diperlukan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun instansi terkait.
"Kita akan kolaborasi dengan Pemprov Jabar, karena pemasangan PJU harus sesuai dengan status jalan," jelasnya.
Terkait anggaran pembangunan maupun biaya operasional listrik PJU, Rasdian belum merinci besaran dana yang disiapkan. Namun, ia memastikan anggaran program tersebut telah dialokasikan pada tahun ini dan proses pengerjaan saat ini masih dalam tahap pengawasan terhadap pemenang lelang.
"Jadi harapan saya, bulan September itu sudah selesai ya. Jadi Oktober tinggal pencairannya. Kalau sekarang belum pencairan, kita harus pengawasan ke pemenang lelang," tuturnya.
Rasdian mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan lampu PJU yang mati ataupun lokasi yang belum memiliki penerangan jalan. Menurutnya, laporan warga akan mempercepat proses pendataan dan penanganan oleh petugas.
"Tinggal dilaporkan saja. Bisa ke saya, bisa ke admin di sosial media. Nanti disampaikan lokasinya di mana, atau kalau kesulitan bisa berkirim surat. Tapi kalau pengen cepat, ya lewat saya juga enggak apa-apa. Jadi saya sampaikan ke jajaran yang sedang piket," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....