BNNK Buleleng Dorong Anak Muda Tolak Narkoba

  • 17 Jan 2026 11:24 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perang melawan narkoba tidak hanya soal penindakan hukum, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan ketahanan diri sejak dini. Hal inilah yang terus ditekankan BNNK Buleleng dalam berbagai program pencegahan yang menyasar anak muda. Melalui Obrolan Spada di PRO 2 RRI Singaraja, BNNK Buleleng mengajak generasi muda untuk lebih berani berkata tidak terhadap narkoba dan menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Made Meli Suardani, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa BNNK Buleleng memilih fokus pada pencegahan dibandingkan penindakan. Menurutnya, edukasi sejak dini jauh lebih efektif untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. “Kami lebih banyak melakukan pencegahan, karena tujuan utama kami adalah menjaga anak muda yang belum terpapar agar tidak sampai terjerumus narkoba,” ucapnya.

Upaya pencegahan ini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sekolah hingga lingkungan desa. Selain masuk ke PAUD, SD, SMP, dan SMA, BNNK Buleleng juga menyasar karang taruna, yowana, serta keluarga. Melalui program ketahanan keluarga, orang tua dan anak diajak membangun komunikasi yang sehat agar mampu saling memahami tekanan masing-masing. Anak juga dibekali keterampilan menolak ajakan negatif dari teman sebayanya.

Meli menekankan bahwa peran anak muda sangat penting dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba. Menjadi agen perubahan tidak selalu harus melalui langkah besar. Hal sederhana seperti membagikan informasi positif di media sosial, menjadi pendengar yang baik bagi teman yang sedang tertekan, hingga mengajak teman mengikuti kegiatan positif sudah memiliki dampak besar. “Hal kecil yang dilakukan dengan konsisten bisa menyelamatkan teman kita dari pergaulan yang salah,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya memberikan pemahaman yang benar tentang rehabilitasi. Masih banyak anak muda yang takut mencari bantuan karena menganggap rehabilitasi identik dengan proses hukum. Padahal, rehabilitasi justru menjadi jalan pemulihan tanpa sanksi pidana bagi pengguna yang melapor diri. “Informasi sederhana tentang rehabilitasi bisa membuka mata mereka bahwa hidupnya belum berakhir dan masih bisa diperbaiki,” ujar Bu Meli.

Dalam kesempatan tersebut, Meli juga menyampaikan pesan khusus bagi anak muda yang sedang berada di fase rentan, merasa tertekan, atau lelah dengan kehidupan. Ia mengingatkan bahwa narkoba bukanlah solusi, melainkan sumber masalah baru. “Narkoba merusak otak, mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku. Itu bukan jalan keluar dari masalah,” ujarnya.

BNNK Buleleng membuka pintu selebar-lebarnya bagi anak muda yang ingin berkonsultasi atau sekadar berbagi cerita. Layanan tersedia secara langsung di kantor BNNK Buleleng maupun melalui media sosial resmi. Harapannya, tidak ada lagi anak muda yang merasa sendirian menghadapi tekanan hidup.

Menutup obrolan, BNNK Buleleng mengajak seluruh generasi muda untuk menjaga masa depan bersama. Menolak narkoba bukan hanya pilihan pribadi, tetapi tanggung jawab kolektif demi terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....