Tradisi Unik Ramadan di Mamuju Sulawesi Barat
- 20 Feb 2026 14:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di setiap daerah. Tidak hanya soal ibadah dan menu berbuka, tetapi juga tradisi, kebiasaan, hingga kenangan masa kecil yang melekat kuat di hati masyarakat. Dari hiruk-pikuk pasar takjil hingga suara anak-anak membangunkan sahur, setiap sudut daerah punya cerita khas yang membuat Ramadan terasa lebih hidup dan bermakna.
Pada edisi perdana program Kesah Ramadan Pro 4 RRI Samarinda, hadir Bro Eril dari Kreatif Muda Indonesia yang berbagi cerita tentang Ramadan di Mamuju, Sulawesi Barat. Bro Eril yang merupakan pemuda asli Mamuju menyebutkan bahwa Ramadan selalu identik dengan momen berburu takjil. “Kalau dengar kata Ramadan, yang pertama terlintas itu takjil. Paling berkesan itu berburu takjil,” ujarnya, dikutip Jumat, 20 Februari 2026. Ia bahkan kerap mengabadikan suasana pasar dan pedagang takjil melalui konten yang dibuatnya sebagai dokumentasi kenangan Ramadan.
Salah satu tradisi unik di Mamuju adalah lomba lari sandal yang digelar saat waktu sahur. Anak-anak hingga remaja turun ke jalan raya untuk berlomba secara spontan. “Biasanya mulai jam tiga pagi sampai menjelang sahur. Seru-seruan saja, tapi tetap kompetisi,” katanya. Tradisi ini dinilai lebih positif dan menyehatkan karena menjadi ajang kebersamaan sekaligus aktivitas fisik bagi anak muda.
Suasana sahur pun semakin semarak dengan tradisi membangunkan warga menggunakan alat seadanya, mulai dari galon bekas hingga pengeras suara. “Saya pernah ikut waktu kecil, seru sekali. Rasanya ingin kembali ke masa-masa itu,” ujar Bro Eril.
| Baca juga: Tradisi yang Tetap Lestari di Kota Kembang |
Dari sisi kuliner, Mamuju memiliki makanan khas Ramadan bernama tambusa, gorengan berisi ikan dengan cita rasa khas. Kini, tambusa bahkan tersedia dalam versi frozen. Selain itu, minuman rempah yang dikemas lebih kekinian juga mulai digemari generasi muda.
Menurut Bro Eril, tanda Ramadan di Mamuju sangat terasa ketika pedagang mulai memenuhi pinggir jalan menjelang sore hari. “Kalau sudah banyak yang jualan di pinggir jalan, itu tandanya Ramadan sudah datang,” ujarnya.
Di akhir, Dia berharap tradisi Ramadan di Mamuju tetap terjaga oleh generasi berikutnya. “Harapannya, tradisi yang sudah ada ini tetap tumbuh dan dijaga generasi berikutnya. Kita syukuri apa yang ada sekarang dan terus jaga kebersamaan itu,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....