Argentina Ukir Rekor Nirtembakan di Final Piala Dunia
- 20 Jul 2026 20:47 WIB
- Ende
Poin Utama
- Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Minggu 19 Juli 2026, sehingga gagal mempertahankan gelar juara.
- Albiceleste menjadi tim pertama dalam basis data final Piala Dunia sejak 1966 yang tidak melepaskan satu pun tembakan selama 90 menit waktu normal.
- Spanyol tampil dominan sejak awal pertandingan melalui penguasaan bola dan tekanan konsisten, memaksa Argentina untuk lebih banyak bertahan dan kesulitan membangun serangan.
RRI.CO.ID, Ende – Argentina gagal mempertahankan gelar setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu 19 Juli 2026. Berdasarkan data Opta, Albiceleste menjadi tim pertama dalam basis data final Piala Dunia sejak 1966 yang tidak melepaskan satu pun tembakan selama 90 menit waktu normal.
Spanyol tampil dominan sejak peluit awal melalui penguasaan bola dan tekanan yang konsisten. Kondisi tersebut memaksa Argentina lebih banyak bertahan sehingga kesulitan membangun serangan.
Dominasi Spanyol membuat lini depan Argentina gagal menciptakan peluang sepanjang waktu normal. Hingga babak kedua berakhir, juara bertahan belum mencatatkan satu pun percobaan tembakan sehingga menorehkan rekor baru dalam data Opta.
Kebuntuan akhirnya pecah pada babak perpanjangan waktu ketika Ferran Torres mencetak gol pada menit ke-106. Gol itu memastikan kemenangan Spanyol setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 90 menit.
Argentina baru melepaskan tembakan pertamanya pada menit ke-116 atau sepuluh menit setelah tertinggal. Seusai pertandingan, pelatih Lionel Scaloni memberikan evaluasi terhadap penampilan timnya dalam konferensi pers.
"Spanyol bermain lebih baik daripada kami. Kami sudah memberikan segalanya, tetapi kali ini itu tidak cukup," kata Scaloni.
Kemenangan tersebut memastikan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2010. Sebaliknya, Argentina harus mengakhiri upaya mempertahankan trofi yang diraih pada Piala Dunia 2022.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....