Perkuat SDM Olahraga, KONI Buleleng Cetak 63 Pelatih Nasional

  • 23 Mei 2026 11:19 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng terus memperkuat kualitas sumber daya manusia olahraga prestasi dengan mencetak 63 pelatih cabang olahraga yang resmi mengantongi sertifikat Pelatih Fisik Level 2 Nasional. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan pembinaan olahraga menuju target prestasi yang lebih tinggi, termasuk persiapan menghadapi Porprov Bali 2027.

Sertifikat tersebut diserahkan langsung Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, Kamis 21 Mei 2026 kepada para pelatih yang berasal dari 48 cabang olahraga anggota KONI Buleleng. Sebelumnya, para peserta mengikuti Pelatihan Pelatih Fisik Level 2 Nasional hasil kerja sama KONI Buleleng dengan Lembaga Pendidikan Pelatih Olahraga LANKOR.

Pelatihan berlangsung selama enam hari, mulai 16 hingga 21 April 2026, dengan menghadirkan dua narasumber yakni Ria Lumintuarso dan Devi Tirtawirya. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan pelatih dalam menyusun metode latihan yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan atlet di masing-masing cabang olahraga.

Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan peningkatan kualitas pelatih merupakan bagian penting dalam membangun olahraga prestasi di Kabupaten Buleleng. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara langsung dalam pembinaan atlet.

"Tadi kita sudah menyerahkan sertifikat hasil pelatihan pelatih fisik di KONI Buleleng. Tentunya apa yang didapat dari pelatihan ini bisa diimplementasikan dalam program latihan di masing-masing cabor, termasuk mempercepat program pembinaan yang harus dilakukan kepada atlet," ujarnya.

Ia menambahkan, kesiapan pelatih menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kualitas atlet. Terlebih Kabupaten Buleleng akan menjadi tuan rumah tunggal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 sehingga diperlukan pembinaan yang lebih terarah sejak dini.

Sementara itu, Wakil Ketua II KONI Buleleng, Ketut Iwan Swadesi, menjelaskan pelatih yang mengikuti program tersebut telah memenuhi standar administrasi dan kepelatihan nasional. Dengan lisensi yang dimiliki, para pelatih dinilai sah untuk mendampingi atlet dalam berbagai ajang tingkat daerah maupun nasional.

"Targetnya bagaimana pelatih mampu membuat program latihan untuk atlet level tinggi. Ilmu yang didapat harus bisa diimplementasikan secara utuh sesuai kebutuhan atlet agar memiliki kemampuan menyeluruh dan performa maksimal," katanya.

Ke depan, KONI Buleleng menargetkan peningkatan kapasitas pelatih ke jenjang internasional. Bahkan, Buleleng diharapkan menjadi daerah pertama di Bali yang mampu menyelenggarakan pelatihan kepelatihan tingkat internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....