Inovasi Pendidikan dan Persampahan Payakumbuh Dipresentasikan di PKN II LAN
- 16 Jul 2026 05:18 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Payakumbuh mempresentasikan dua inovasi pelayanan publik dalam Seminar Implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di ASN Corporate University, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026. Inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun birokrasi yang adaptif dan berorientasi pada solusi.
Dua inovasi dipaparkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Nalfira dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Delni Putra. Keduanya mempresentasikan proyek perubahan di bidang pendidikan dan pengelolaan persampahan yang dikembangkan selama mengikuti PKN Tingkat II.
Nalfira memperkenalkan inovasi Kelas BerNALAR (BerNumerasi Aplikatif, BerLiterasi Aktual dan Relevan) untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar. Program tersebut memanfaatkan pendekatan deep learning, interactive flat panel, dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran.
"Kelas BerNALAR mengintegrasikan penguatan literasi dan numerasi melalui pendekatan deep learning, pemanfaatan interactive flat panel, serta artificial intelligence sebagai media pembelajaran. Guru tidak lagi hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, dan menyenangkan," ujarnya.
Sementara itu, Delni Putra memaparkan inovasi Payakumbuh Resik, yang mengusung strategi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Program ini mendorong pemilahan sampah sejak dari sumber, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
"Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kami ingin mengubah paradigma bahwa sampah bukan lagi menjadi beban, tetapi menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan," katanya.
Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda selaku mentor mengapresiasi kedua proyek perubahan tersebut karena dinilai mampu menjawab kebutuhan daerah. Menurutnya, inovasi yang lahir dari PKN Tingkat II harus menjadi solusi nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
"Dua proyek perubahan yang dipresentasikan hari ini sangat relevan dengan kebutuhan Kota Payakumbuh. Kelas BerNALAR diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi dan numerasi, sementara Payakumbuh Resik menjadi strategi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan," kata Rida.
Seminar implementasi turut dihadiri Kepala BKPSDM Kota Payakumbuh Dafrul Pasi M. Pemerintah Kota Payakumbuh berharap kedua inovasi tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pengelolaan lingkungan, dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....