Indonesia Tampilkan Produk Manufaktur Unggulan pada INNOPROM 2026 di Rusia
- 07 Jul 2026 14:35 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Indonesia kembali menunjukkan kapasitas industri manufakturnya di panggung internasional melalui partisipasi sebagai Official Partner Country pada ajang INNOPROM 2026 yang berlangsung di Ekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli 2026. Keikutsertaan ini menjadi momentum strategis untuk memperluas akses pasar, menarik investor, serta memperkuat kerja sama industri dengan negara-negara di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU).
Mengutip laman Sekretariat Kabinet, Selasa 7 Juli 2026, Indonesia menghadirkan berbagai produk unggulan dalam zona paviliun Specialty Manufacturing & Consumer Goods. Produk yang dipamerkan mencerminkan perpaduan inovasi teknologi, kreativitas, dan kekayaan budaya nasional.
Enam kategori produk unggulan yang ditampilkan meliputi batik beserta teknologi mesin batik, layanan survei geospasial, teknologi drone, kopi spesialti (specialty coffee), produk dekorasi rumah, serta fesyen dan tekstil. Produk-produk tersebut diproyeksikan menarik minat pembeli, distributor, dan investor dari kawasan Eurasia.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan produk manufaktur Indonesia memiliki daya saing yang semakin kuat di pasar global. Menurutnya, keunggulan tersebut tidak hanya terletak pada kualitas dan inovasi, tetapi juga pada nilai tambah yang berasal dari kreativitas, keberlanjutan, serta identitas budaya Indonesia.
"Produk manufaktur Indonesia tidak hanya mampu bersaing dari sisi kualitas dan inovasi, tetapi juga menawarkan nilai tambah yang lahir dari kreativitas, keberlanjutan, dan identitas budaya yang kuat. INNOPROM 2026 menjadi peluang untuk memperluas kerja sama industri, perdagangan, dan investasi dengan mitra internasional," ujar Agus di Jakarta, dikutip Selasa 7 Juli 2026.
Keikutsertaan Indonesia dalam salah satu pameran industri terbesar di Rusia tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar ekspor sekaligus memperkuat posisi industri manufaktur nasional di kawasan Eurasia. Peluang itu dinilai semakin terbuka seiring perubahan dinamika perdagangan di Rusia yang mendorong peningkatan kerja sama dengan negara-negara mitra.
Momentum tersebut juga diperkuat dengan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Perjanjian perdagangan ini memberikan tarif preferensial bagi berbagai produk unggulan Indonesia, termasuk tekstil, furnitur, dan kerajinan, sehingga meningkatkan daya saing produk nasional di pasar Eurasia.
Melalui partisipasi pada INNOPROM 2026, pemerintah berharap produk manufaktur Indonesia semakin dikenal di pasar internasional, memperluas peluang ekspor, serta mendorong peningkatan investasi yang mendukung pertumbuhan industri nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....